Banda Aceh | acehtraffic.com – Memperingati delapan tahun gempa dan tsunami Aceh, Bedu Saini, salah seorang fotografer di Banda Aceh akan menggelar pameran foto tunggal yang menampilkan sejumlah foto-foto karyanya yang sempat diabadikan saat peristiwa dahsyat itu. Minggu 23 Desember 2012
Pameran foto ini berlangsung Mulai 26 Desember hingga 30 Desember 2012.
Sekitar 34 foto saat terjadi gempa dan tsunami dan masa tanggap darurat paskatsunami akan dipajang dalam pameran tunggal ini. Selain untuk mengenang peristiwa maha dahsyat itu, pameran ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Aceh untuk tetap siaga terhadap bencana.
“Ada sekitar 34 foto yang akan saya pamerkan nanti, foto itu sebagian besar bercerita tentang detik-detik saat terjadi tsunami, proses evakuasi, suasana di pengungsian, dan masa tanggap darurat paska tsunami,” kata Bedu Saini, Minggu 23 Desember 2012
Sekitar 34 foto saat terjadi gempa dan tsunami dan masa tanggap darurat paskatsunami akan dipajang dalam pameran tunggal ini. Selain untuk mengenang peristiwa maha dahsyat itu, pameran ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Aceh untuk tetap siaga terhadap bencana.
“Ada sekitar 34 foto yang akan saya pamerkan nanti, foto itu sebagian besar bercerita tentang detik-detik saat terjadi tsunami, proses evakuasi, suasana di pengungsian, dan masa tanggap darurat paska tsunami,” kata Bedu Saini, Minggu 23 Desember 2012
Pembukaan pameran ini akan dilaksanakan di komplek pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar pada 26 Desember 2012 pagi. Setelah siang, pameran akan digelar di PLTD Apung yang terletak di Punge Blang Cut, Banda Aceh.
Sementara pada tanggal 27, 29 dan 30 Desember 2012, foto-foto bencana yang merenggut seratus ribu lebih masyarakat Aceh itu akan dipamerkan di Museum Tsunami Aceh.
“Sengaja pemeran ini pindah-pindah agar masyarakat bisa melihat langsung kejadian tersebut,” ujar Bedu Saini, yang sehari-hari bekerja di Harian Serambi Indonesia ini.
Bedu menyebutkan, pameran foto bencana yang dikuratori Yo Fauzan Ijazah ini, tidak bertujuan untuk membangkitkan luka lama dan kesedihan masyarakat korban tsunami. Tapi kata Bedu, kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa belajar dari bencana tersebut.
“Saya berharap masyarakat Aceh dan lainnya dapat belajar dan mengambil hikmah dari pemeran ini,” katanya.
Bedu Saini adalah salah seorang fotografer Aceh yang ikut megabadikan dan mengabarkan kedahsyatan musibah gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Dia juga ikut menjadi korban dalam peristiwa itu.
Sementara pada tanggal 27, 29 dan 30 Desember 2012, foto-foto bencana yang merenggut seratus ribu lebih masyarakat Aceh itu akan dipamerkan di Museum Tsunami Aceh.
“Sengaja pemeran ini pindah-pindah agar masyarakat bisa melihat langsung kejadian tersebut,” ujar Bedu Saini, yang sehari-hari bekerja di Harian Serambi Indonesia ini.
Bedu menyebutkan, pameran foto bencana yang dikuratori Yo Fauzan Ijazah ini, tidak bertujuan untuk membangkitkan luka lama dan kesedihan masyarakat korban tsunami. Tapi kata Bedu, kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa belajar dari bencana tersebut.
“Saya berharap masyarakat Aceh dan lainnya dapat belajar dan mengambil hikmah dari pemeran ini,” katanya.
Bedu Saini adalah salah seorang fotografer Aceh yang ikut megabadikan dan mengabarkan kedahsyatan musibah gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Dia juga ikut menjadi korban dalam peristiwa itu.
Jangan lupa untuk kunjungi pameran ini ... | AT | RD | RI|




