Aceh Tamiang | acehtraffic.com- Gubernur Zaini Abdullah mengatakan, Aceh Tamiang memiliki
posisi strategis di Aceh. Baik karena letaknya yang berbatasan langsung dengan
Provinsi Sumatera Utara, maupun karena keunikan dan potensi sumber daya alam
cukup kaya yang dimilikinya.
“Salah satu keunikan itu adalah kemajemukan masyarakatnya.
Kondisi ini tentu menghadirkan dinamika tersendiri bagi Pemkab Aceh Tamiang,”
ulas Gubernur Zaini.
Potensi lainnya, Aceh Tamiang juga dikenal sebagai salah
satu basis pertanian dan perkebunan berbagai komoditas yang bernilai ekonomi
tinggi, seperti kelapa sawit, karet, kakao, jagung, dan buah-buahan. “Semua
sumber kekayaan itu merupakan penunjang utama bagi pendapatan asli daerah,”
kata Zaini.
Saat ini, Tamiang dikenal sebagai kawasan perkebunan yang
cukup berhasil. Setidaknya ada 21 perusahaan besar yang mengembangkan usaha
perkebunan kabupaten ini.
Di sisi lain, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan
Sumatera Utara, Kabupaten Aceh Tamiang berpotensi sebagai kawasan investasi dan
tempat industri pengolahan dan perdagangan. Semua potensi itu adalah sumber
daya yang harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan.
“Adalah tugas bupati dan
wakil bupati untuk tetap mengoptimalkan semua potensi itu demi menopang sistem
pemerintahan yang berjalan,” ujarnya lagi.
Secara khusus Gubernur Aceh meminta bupati dan wakilnya yang
baru dilantik untuk memimpin secara bijaksana, adil, dan amanah, dengan
menjadikan kemajemukan sebagai modal penting pembangunan.
Gubenur juga meminta bupati dan wakil bupati menaruh
perhatian terhadap enam hal. Antara lain, bekerja dengan sepenuh hati dan tulus
ikhlas dengan mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas dalam kaitannya
dengan upaya pemberantasan korupsi.
Kedua, lakukan konsolidasi demi terlaksananya pemerintahan
daerah yang efektif dan iklim kerja yang kondusif, serta bangunlah kerja sama
dengan kabupaten kota lain dalam rangka memajukan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kerja sama ekonomi dengan Sumatera Utara, menurut Gubernur
Zaini, juga harus terus ditingkatkan, mengingat Tamiang merupakan gerbang Aceh
di pesisir timur. Meski demikian, Tamiang diharapkan kelak sebagai motor untuk
pembangunan ekonomi Aceh yang mandiri. | AT | R | Serambi |

