News Update :

Bila Unimal Tidak Bercampur Antara Mahasiswa dan Lembu Dalam Satu Area

Jumat, 28 Desember 2012

acehtraffic.com | Perguruan tinggi merupakan contoh ideal dalam pengelolaan pendidikan baik dari segi faktor kebersihan lingkungan maupun pelayanan akademik. Tempat pendidikan sejatinya menjadi  contoh bagi  masyarakat.

Namun sepertinya kondisi itu berbeda dengan lingkungan disekitar Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Kampus Unimal kurang Bersih dan gersang. 

Lingkungan  di kampus utama Reuleut ditemukan banyak  kotoran hewan dan sampah berserakan, kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan para mahasiswa/mahasiswi baik dari segi pelayanan akademik maupun dilihat dari segi kesehatan.

Dari segi pelayanan akademik,kebersihan adalah salah satu point penting untuk menentukan akreditas suatu kampus.

Dari segi kesehatan kotoran hewan dapat menyebabkan masuknya bakteri-bakteri kedalam pori-pori, nantinya dapat membuat gatal-gatal, cacingan, bahkan sampai muntah.

Ada isu yang berkembang di Universitas Malikussaleh, jika kawanan ternak yang masuk kelingkungan Unimal diusir atau dilarang masuk, maka masyarakat yang ada disekitar Unimal akan marah dan akan mengganggu fasilitas kampus tersebut. 

Itulah sebabnya kenapa kawanan ternak bisa bebas  berkeliaran dilingkungan Unimal khususnya kampus Reuleut.

Namun isu ini juga harus di uji kebenaran nya, jangan –jangan penebar isu ini ada kepentingan untuk menutupi ketidakmampuannya hingga mencari alasan pembenar yang lain, so sasaran tembak adalah masyarakat sekitar. 

Namun  jika dibandingkan dengan Universitas-universitas yang ada diluar daerah seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Medan, dan lain-lain, tingkat kebersihan lingkungan Unimal sendiri yang sudah berstatus negeri masih jauh lebih terpuruk

Seperti yang sudah kita ketahui Unimal berada di daerah Aceh Utara dan Aceh merupakan daerah yang dijuluki dengan sebutan Serambi Mekah karena  syariat Islamnya. 

Kita ketahui Islam adalah agama yang bersih dan baik dari segi badan, jasmani, maupun rohani. Tata cara berwudhu dimulai dari mencuci kaki, mencuci tangan, mencuci muka, dll. 

Dalam Islam, kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Tetapi, kenapa kampus Unimal sendiri tidak bisa mengikuti budaya bersih seperti yang diajarkan oleh syariat Islam? 

USU saja yang tidak terletak di daerah Aceh masih bisa menerapkan kebersihan yang lebih unggul. 

Bertepatan saat ini bulan Desember, jelang akhir tahun biasanya selalu musim hujan. Kita tahu apabila hujan turun jalanan akan basah dan penuh dengan kubangan air yang kotor dan tanah yang keras berubah menjadi becek dan kotoran hewan ternak yang berserakan.

Unimal sendiri sudah berstatus Negeri dimana mahasiswa-mahasiswinya pasti akan ada yang datang dari luar daerah atau luar kota. Bahkan ada juga yang datang dari luar pulau sumatera sendiri.

Bagaimana nantinya jikalau calon calon mahasiswa-mahasiswi yang datang dari dalam maupun luar daerah melihat lokasi lingkungan Universitas Malikussaleh yang tingkat kebersihannya kurang diterapkan

Kemungkinan besar ada diantara mereka sampai tidak jadi kuliah di Unimal karena melihat lingkungannya yang kurang bersih, atau memang ada diantara mereka lebih suka ? 

Mungkin mereka berpikir dengan banyaknya kotoran lembu biar kelihatan nge-mahasiswanye dan ngemahasiswinya lebih organic---??

Sudah saatnya hal ini didiskusikannya dan mencari solusi terhadap persoalan ini, yang pertama  soal lembu masuk kampus dan yang kedua persoalan kenapa sekian tahun kampus itu dibangun suasananya masiihhh saja gersang? 

Adakah persoalan dengan pengadaan penghijauan ? atau memang tidak pernah di hijaukan?  

Bisa dibayangkan jika Unimal tanpa jalan becek penuh kotoran lembu, serta tidak bercampurnya antara mahasiswa dan lembu di satu area, bertambah lagi bila ada rerimbunan pohon....so pasti Unimal akan terlihat bersih, nyaman, dan asri. []

Kamis 27 Desember 2012
Tulisan ini dikirim oleh Jolio Sinurat Mahasiswa Universitas Malikussaleh
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016