News Update :

Tak Mampu Bayar ‘Hutang’, Ibu Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Lari Dikejar Gapman

Senin, 12 November 2012


Aceh Utara | Acehtraffic.com - Pembangunan jalan aspal prime coat (jalan sementara) Nisam tak kunjung direalisasikan meski telah menandatangani nota kesepakatan yang telah dibuat sebulan yang lalu antara Gerakan Persatuan Mahasiswa Nisam (GAPMAN) bersama wakil ketua DPRK Aceh Utara, Ida Suryana dan wakil Bupati Aceh utara Muhammad Jamil.

Dalam Nota Kesepakatan tersebut dinyatakan jalan Nisam yang kini dalam kondisi rusak parah dan berlubang harus dilakukan penanganan sementara (aspal prime coat) selambat-lambatnya bulan November Tahun 2012. Selanjutnya pada awal tahun 2013 jalan Nisam harus siap 100 persen.

Jalan Nisam tersebut rencananya akan dikerjakan awal tahun 2013 nanti namun pendiri Gapman, Bustami mempersoalkan janji pemkab Aceh Utara yang telah menyepakati akan mengerjakan prime coat  (jalan sementara) dalam bulan November ini yang menurut Tami belum ada tanda-tanda akan dikerjakan jalan tersebut.

Bustami mencari tau penyebab tidak terealisasinya pembangunan jalan tersebut dengan mendatangi kantor DPRK Aceh Utara tadi siang, Senin 12 November 2012. 

Namun orang yang dicari Bustami, ketua komisi D Junaidi tidak terlihat di dalam gedung dewan terhormat tersebut. Sementara wakil ketua DPRK dari fraksi partai demokrat, Ida suryana ketika hendak ditemuinya, salah seorang petugas diluar pintu tersebut mengatakan harus melapor dulu ke ajudannya.

Ketika dicoba menanyakan keberadaan ajudan tersebut, petugas mengatakan ajudan yang juga seorang wanita tersebut sedang menjemput suaminya. Bustami yang telah mencoba menelpon Susan, ajudan wakil ketua DPRK Aceh Utara tidak juga diangkat.

Setelah menunggu sekian lama ajudannya pun muncul. Tak lama kemudian Bustami dipersilahkan masuk, namun baru sejengkal menjejalkan kakinya diruang, Ida Suryana tampak bergegas keluar dan berpas-pasan dengan Bustami di depan pintu yang telah terbuka. 

Melihat Ida Suryana yang seperti sedang terburu-buru beranjak pergi, Bustami segera menyampaikan masalahnya. Setelah mendengar topik masalah yang dibawa Tami dari Nisam, Ida suryana ngeloyor menuju Pajero putih yang telah dihidupkan supirnya dan berjanji akan kembali selepas jam dua siang nantinya.

Detik berganti menit dan menit berganti jam, orang yang ditunggu-tunggu Tami tak kunjung kembali. Bergulung-gulung rokok Magnum telah habis dihisapnya mengusir kebosanan menunggu janji Ida Suryana yang akan segera kembali menemuinya. 

Sekira pukul 15.00 WIB, di ujung telepon Susan ajudan Ida Suryana meminta maaf dan mengatakan Ida Suryana sudah berada di Panton Labu. Bustami yang sedari tadi menunggunya kembali jadi bertambah keki dikibuli ibu wakil ketua DPRK melalui ajudannya.

Ajudan Ida Suryana meminta Tami untuk menghubungi Junaidi ketua komisi D karena dia lebih memahami perihal tersebut. Sementara Junaidi di ujung telepon menyuruh Tami menelpon Thaliban untuk mengetahui lebih jelas permasalahan tersebut. 

Sebaliknya Thaliban menyuruh Tami menghubungi Junaidi atau Ida Suryana. Menurut Tami, janji adalah hutang dan orang-orang terhormat ini sengaja lari dari dirinya karena tidak mampu membayar hutang (ingkar janji nota kesepakatan) atau tidak menepati janji yang telah dibuat dan disepakati dalam nota kesepakatan. | AT | HR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016