Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Saluran
sanitasi (parit) di jalan Samudera desa Hagu Selatan Kecamatan Banda Sakti Kota
Lhokseumawe tidak mampu menampung air parit sehingga luapan air got tersebut menggenangi
ruas jalan dan tidak hanya mengganggu kenyamanan warga sekitar namun juga
acapkali mengganggu pengguna jalan tersebut.
Razali, warga Jl Samudera kepada
reporter Acehtraffic.com, Senin 12 November 2012 mengatakan, kondisi ini telah terjadi
dalam enam bulan terakhir ini karena minimnya perhatian pemerintah kota untuk
menata ulang saluran air tersebut.
Tergenangnya air parit tersebut
kebadan jalan telah berbulan-bulan lamanya dan belum mendapat perhatian serius
dari pemerintah. Hingga saat ini warga yang berdomisili persis didepan parit
tergenang tersebut menambak dengan pasir ditempat tergenangnya air selokan itu.
Namun langkah yang dilakukan warga tersebut tidak menghentikan genangan air
parit yang semakin deras, apalagi jika dimusim hujan maka genangan air selokan
itu memenuhi badan jalan dan menjadi sarang nyamuk sehingga rentan penyakit
DBD.
Sekretaris BLHK Kota Lhokseumawe,
M. Irsyadi berujar, “ Kita tidak menutup mata. Kita sendiri selalu membersihkan
saluran tersebut, jadi pada tahun ini juga akan kita sikapi untuk memberikan
normalisasi saluran jalan Samudera desa Hagu Selatan. Dalam APBK sudah kita
anggarkan.”
Lanjutnya, “Dalam beberapa hari
lagi pihak rekanan akan mengerjakan itu, anggaran sudah ada tinggal dikerjakan
saja,” kata M. Irsyadi.
Sekretaris BLHK Lhokseumawe
berharap agar masyarakat harus sering bergotong royong dan jangan membebankan
semuanya kepada badan pemerintah. Menurutnya jika masyarakat tidak
berpartisipasi bergotong royong berarti ini juga menyusahkan masyarakat untuk
hidup lebih aman, lebih nyaman, terhindar dari penyakit.
Demikian juga dengan saluran, M.
Irsyadi mengimbau masyarakat yang membangun rumah atau ruko agar jangan
membiarkan penumpukan pasir atau batu menumpuk begitu saja karena ketika musim
hujan atau pada kondisi lain pasir atau batu akan merembes kedalam saluran
sehingga saluran menjadi dangkal dan meluap ke atas badan jalan.
“Kita lihat tersumbatnya saluran itu
sebenarnya memang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri. Kita disini tugasnya membersihkan
sampah dan saluran sanitasi tersebut, kami bukan menggali, hanya membersihkan
sampah dalam saluran saja. Itu yang rutin kami laksanakan,” terang M. Irsyadi.
| AT | HR |
