Aceh Utara |
Acehtraffic.com – Terkait nota kesepahaman antara masyarakat Nisam dengan
Pemkab Aceh Utara setelah aksi demo Kantor DPRK Aceh Utara, 8 Oktober 2012
lalu, Pemkab ingkar pembangunan jalan Nisam, belum terealisasi.
Hal tersebut
dikemukakan oleh Bustami, koordinator GAPMAN, mereka mempertanyakan janji
eksekutif dan legislatif itu, bahkan Wakil DPRK Aceh Utara memilih kabur dan
melempar kepada anggota dewan lainnya. Selasa, 13 November 2012.
Kepala Dinas
Bina Marga Aceh Utara, Ir Risawan Bentara MT mengatakan anggaran untuk
pembangunan jalan Nisam sepanjang 7 KM gagal dialokasikan dalam APBKP 2012.
Sehingga anggaran untuk pembangunan jalan tersebut direncanakan akan diusulkan
dalam RAPBK 2013, otomatis pelaksanaannya tahun 2014.
Mereka
beralasan pembangunan jalan Nisam yang telah merenggut korban itu tidak terlalu
mendesak hingga masuk dalam musyawarah rencana pembangunan.
“jika
kebutuhan mendesak kenapa tidak masuk ke Musrenbang, itu menandakan jalan itu
tidak demikian penting dari pada sektor pembangunan lain” kata Rismawan kepada
insan pers kemarin, 12 November 2012.
Hal tersebut
justru dibantah keras oleh masyarakat Nisam, berdasarkan nota kesepakatan yang
telah ditandatangani oleh eksekutif dan legislatif Aceh Utara, 8 Oktober 2012
lalu dikantor DPRK setempat.
Menurut
Bustami, pembangunan jalan Nisam Pemkab sudah sepakat dan berjanji untuk
diprioritaskan pada awal 2013, bahkan untuk kelancaran arus transportasi
sementara waktu Pemkab memilih untuk melakukan penanganan sementara
selambat-lambatnya bulan November ini.
“pemerintah
ingkar janji, dalam perjanjian tidak membahas masalah alokasi anggaran, tapi
bicara pembangunan dilakukan pada minggu pertama bulan januari tahun 2013, jadi
masyarakat disuruh bersabar untuk sementara akan di prime coat biar tidak berlobang lagi, nyatanya masyarakat Nisam dikecewakan”
ujar tami. | AT | IS |
