AKBP Yuri Karsono, Kapolres Bireuen mengatakan saya bersama anggota
sudah berada di lokasi sejak pukul 23.00 WIB untuk mengendalikan situasi namun
tidak bisa berbuat banyak karena massa terlihat sangat emosi, terlebih lagi
setelah mengetahui ada serangan terhadap massa yang datang pada gelombang pertama,
dibacok dan dan ada yang tewas.
Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, puluhan personel Polres
Bireuen dan aparat Kodim 0111/Bireuen dikerahkan lagi ke lokasi, namun usaha
untuk meredam emosi sulit sekali karena jumlah massa terus bertambah bahkan
diperkirakan mencapai 1.500 orang.
Untuk menangani kerusuhan tersebut, Pemkab Bireuen juga
mengerahkan empat unit armada pemadam untuk memadamkan api di rumah Tgk Aiyub.
Tetapi armada pemadam sulit tembus ke sana karena banyaknya warga selain jalan
sempit.
Munculnya aksi massa diduga karena Tgk Aiyub Syahkubat
melanggar kesepakatan dengan warga, di antaranya tidak boleh mengadakan
pengajian tertutup. Meski demikian polisi terus mengumpulkan berbagai informasi
dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan Pemkab Bireuen.
Polisi juga
sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti antara lain sebilah parang panjang dan
sebilah pedang panjang. | Sumber Serambi | foto serambi |

