INSIDEN di Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten
Bireuen mulai Jumat 16 November 2012 malam hingga menjelang subuh, Sabtu 17 November
2012 benar-benar tak terkendali dan kacau balau.
Suasana semakin tak
karu-karuan ketika terjadi penyerangan dengan senjata parang dan pedang
terhadap sekelompok massa yang datang ke rumah Tgk Aiyub Syahkubat sekitar
pukul 23.00 WIB.
Penyerangan secara sporadis--setelah terlebih dahulu mati
lampu di kompleks rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub--telah menjatuhkan korban
luka-luka sekitar 10 orang. Kabar ini langsung saja memicu emosi warga lainnya
sehingga terjadi serangan balasan sejak Sabtu dini hari hingga menjelang subuh.
Dalam serangan susulan yang melibatkan massa sekitar 1.500
orang itu, aparat kepolisian dan TNI terpantau bekerja keras untuk
mengendalikan keadaan, namun tak berhasil. Sempat terdengar beberapa kali suara
tembakan, termasuk ketika massa mengepung dan merangsek masuk ke rumah Tgk
Aiyub dan selanjutnya mengeluarkan secara paksa Tgk Aiyub dari dalam rumah.
Menurut informasi, dalam keadaan emosi, massa membakar
hidup-hidup Tgk Aiyub dan seorang rekannya bernama Muntasir. Sedangkan seorang
lainnya bernama Bahany dalam keadaan sekarat berhasil diselamatkan oleh aparat
keamanan.
Pengamatan Serambi sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (17/11),
sisa-sisa insiden tampak kentara sekali di kompleks rumah dan balai pengajian
Tgk Aiyub. Sebuah mobil Kijang Innova terlihat hangus dan tinggal kerangka
teronggok di depan rumah. Rumah permanen yang selama ini dihuni Tgk Aiyub dan
keluarganya mengalami kerusakan berat. Begitu juga balai pengajian di depan
rumah, rata dengan tanah. Juga terlihat tiga unit sepeda motor tinggal kerangka
akibat aksi pembakaran.
Ratusan santri sempat singgah ke rumah Tgk Aiyub. Di antara
berbagai kegalauan suasana, warga juga sempat mengamati daun telinga yang
disebut-sebut milik Tgk Aiyub dalam sebuah wadah berupa belanga alumunium yang
ditempatkan di depan rumah korban. Namun tak ada konfirmasi mengenai kebenaran
benda itu apakah benar daun telinga atau bukan karena beragam isu berseliweran
hampir sepanjang hari kemarin. | Sumber Serambi

