Banda Aceh | Acehtraffic.com- Rangkaian kegiatan HUT Ke-67 TNI yang dilaksanakan Kodam Iskandar Muda (IM) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Jumat 5 Okober 2012 tampil beda.
Pihak TNI bukan saja memfasilitasi makan gratis dengan menghadirkan aneka jajanan pedagang keliling, juga ada parade tank dengan penumpangnya masyarakat berbagai usia, pejabat pemerintahan bahkan Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud.
Khusus parade tank, Pemangku Wali Nanggroe naik tank paling akhir bersama Pangdam IM Mayjen TNI Zahari Siregar, Sekda Teuku Setia Budi, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Kajati TM Syahrizal, Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan, Rektor IAIN Prof Farid Wajdi, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, dan Bupati Pidie Jaya (Pijay) Gade Salam. Tank mereka tumpangi itu jenis AMX13APC.
Sedangkan warga dan anak-anak lainnya, termasuk perempuan sudah duluan memenuhi sembilan tank terdahulu. Semua tampak ceria saat berada di atas mesin perang tersebut. Sebagian saling mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel.
Tank dan panser itu bergerak dari jalur tengah Lapangan Blangpadang-Jalan Iskandar Muda-Jalan Madjid Ibrahim-belok kanan di depan Paviliun Seulawah dan kembali melewati jalur tengah Lapangan Blangpadang.
Usai parade, Pangdam naik ke panggung utama menyampaikan sambutan. “Saya sangat bangga dan bersyukur kepada Allah SWT, semua acara untuk menghibur rakyat agar semakin dekat dengan TNI berjalan aman dan lancar. Saya juga sangat senang ketika melihat anak-anak bisa merasakan naik tank,” kata Pangdam.
Menurut Pangdam, hari-hari sebelumnya dalam rangka HUT TNI itu antara lain juga telah digelar khitanan massal, karya bakti, dan berbagai kegiatan lain.
Rangkaian acara peringatan HUT kemarin, diawali pembacaan puisi oleh seniman Aceh Hasbi Burman, selanjutnya undangan dihibur tarian anak-anak Pidie Jaya dan Likok Pulo oleh anak-anak Pulo Aceh, Aceh Besar. Ada juga atraksi karate dan memecahkan susunan lima gorong-gorong dengan tangan oleh kelompok Satria Muda dari Batalion 114 Satria Musara Aceh Tengah.
Giliran personel Kodam IM menunjukkan kebolehan ilmu bela diri dari Korea, yoong modo. Dilanjutkan parade defile pasukan dan peralatan Kodam IM. Usai atraksi itu, undangan dihibur dengan terjun payung dari ketinggian 10 ribu kaki oleh prajurit Kopassus. Mereka penerjun terbaik yang beberapa hari lalu menyumbang emas, perak, dan perunggu untuk Aceh pada PON di Pekan Baru, Riau.
Usai terjun payung, seperti halnya peserta defile lainnya yang memberi penghormatan, helikopter yang membawa penerjun ini juga terbang rendah di depan panggung utama Lapangan BlangpPadang. Personel yang berdiri di luar helikopter memberi penghormatan kepada Pangdam.
Khusus parade tank, Pemangku Wali Nanggroe naik tank paling akhir bersama Pangdam IM Mayjen TNI Zahari Siregar, Sekda Teuku Setia Budi, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Kajati TM Syahrizal, Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan, Rektor IAIN Prof Farid Wajdi, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, dan Bupati Pidie Jaya (Pijay) Gade Salam. Tank mereka tumpangi itu jenis AMX13APC.
Sedangkan warga dan anak-anak lainnya, termasuk perempuan sudah duluan memenuhi sembilan tank terdahulu. Semua tampak ceria saat berada di atas mesin perang tersebut. Sebagian saling mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel.
Tank dan panser itu bergerak dari jalur tengah Lapangan Blangpadang-Jalan Iskandar Muda-Jalan Madjid Ibrahim-belok kanan di depan Paviliun Seulawah dan kembali melewati jalur tengah Lapangan Blangpadang.
Usai parade, Pangdam naik ke panggung utama menyampaikan sambutan. “Saya sangat bangga dan bersyukur kepada Allah SWT, semua acara untuk menghibur rakyat agar semakin dekat dengan TNI berjalan aman dan lancar. Saya juga sangat senang ketika melihat anak-anak bisa merasakan naik tank,” kata Pangdam.
Menurut Pangdam, hari-hari sebelumnya dalam rangka HUT TNI itu antara lain juga telah digelar khitanan massal, karya bakti, dan berbagai kegiatan lain.
Rangkaian acara peringatan HUT kemarin, diawali pembacaan puisi oleh seniman Aceh Hasbi Burman, selanjutnya undangan dihibur tarian anak-anak Pidie Jaya dan Likok Pulo oleh anak-anak Pulo Aceh, Aceh Besar. Ada juga atraksi karate dan memecahkan susunan lima gorong-gorong dengan tangan oleh kelompok Satria Muda dari Batalion 114 Satria Musara Aceh Tengah.
Giliran personel Kodam IM menunjukkan kebolehan ilmu bela diri dari Korea, yoong modo. Dilanjutkan parade defile pasukan dan peralatan Kodam IM. Usai atraksi itu, undangan dihibur dengan terjun payung dari ketinggian 10 ribu kaki oleh prajurit Kopassus. Mereka penerjun terbaik yang beberapa hari lalu menyumbang emas, perak, dan perunggu untuk Aceh pada PON di Pekan Baru, Riau.
Usai terjun payung, seperti halnya peserta defile lainnya yang memberi penghormatan, helikopter yang membawa penerjun ini juga terbang rendah di depan panggung utama Lapangan BlangpPadang. Personel yang berdiri di luar helikopter memberi penghormatan kepada Pangdam.
Wali Nanggroe
Dalam rangkaian HUT Ke-67 TNI kemarin juga ada yang berbeda. Malik Mahmud yang disebut-sebut oleh pembawa acara sebagai Pemangku Wali Nanggroe mendapat penghormatan berdiri di depan bersama Pangdam IM, Kapolda, Kajati, dan Ketua DPRA. Kepada keempat orang ini peserta defile memberi penghormatan.
Acara kemarin ditutup dengan pembagian piala kepada juara lomba tembak pistol dan laras panjang SS-1 memperebutkan tropi Pangdam IM dan piala bergilir Kodam IM yang digelar di Lapangan Tembak Rindam I Mata Ie, Aceh Besar, Kamis 4 Oktober 2012. Seluruh rangkaian acara kemarin berlangsung selama tiga jam dimulai pukul 08.00 WIB. | AT | R | SERAMBI|

