
Acehtraffic.com - Pejabat senior Iran kembali memperingatkan bahwa Israel akan kehilangan 10.000 pasukannya jika menyerang Iran.
"Jika mereka [rezim Zionis] menyerang, kekuatan pertahanan Iran membalas dengan serangan mematikan dan tingkat kerugian nyawa di pihak Israel tidak akan kurang dari 10.000 orang," kata Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Kebijaksanaan Iran, dalam konferensi video dengan para pelajar Iran di London.
"Kami tidak menginginkan perang, akan tetapi kami siap membela negara. Yang pasti rezim Zionis tidak berani menyerang Iran dan hanya berkoar tentang perang untuk mendapatkan konsesi dari presiden mendatang Amerika Serikat," katanya.
Israel mengumbar ancaman melancarkan serangan unilateral terhadap fasilitas nuklir Iran, menjelang pilpres Amerika pada 6 November mendatang. Akan tetapi, Amerika Serikat menentang rencana Israel itu dalam kondisi seperti saat ini.
Ancaman serangan Israel itu didasarkan pada klaim rekayasa bahwa program nuklir Iran telah disimpangkan untuk tujuan-tujuan militer.
Namun di lain pihak, para pejabat Iran berjanji akan menunjukkan balasan destruktif terhadap segala bentuk serangan. Perang dengan Iran akan dengan cepat membakar seluruh kawasan Timur Tengah dan bahkan melampaui batas-batas teritorial.
Mohsen Rezaei mengecam upaya Ameriak Serikat menyimpangkan gerakan Kebangkitan Islam di kawasan dengan interferensinya di Suriah.
Menurutnya, "Saat ini, Barat sedang berusaha menyimpangkan gerakan Kebangkitan Islam menuju demokrasi ala-Barat dan mengubahnya menjadi gerakan menuntut demokrasi ala-Amerika Serikat melalui penggulingan pemerintah Suriah. Akan tetapi gerakan kebangkitan juga telah menembus dinding kapitalisme di Amerika Serikat yang menimbulkan trauma internal."
"Ketika revolusi regional dikhawatirkan, maka tidak boleh ada pihak yang beranggapan bahwa gerakan itu hanya terbatas pada perubahan rezim di Libya dan Mesir saja, karena itu hanya awal dari perubahan besar tersebut," tutur Rezaei.| AT | M | Irib |
"Jika mereka [rezim Zionis] menyerang, kekuatan pertahanan Iran membalas dengan serangan mematikan dan tingkat kerugian nyawa di pihak Israel tidak akan kurang dari 10.000 orang," kata Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Kebijaksanaan Iran, dalam konferensi video dengan para pelajar Iran di London.
"Kami tidak menginginkan perang, akan tetapi kami siap membela negara. Yang pasti rezim Zionis tidak berani menyerang Iran dan hanya berkoar tentang perang untuk mendapatkan konsesi dari presiden mendatang Amerika Serikat," katanya.
Israel mengumbar ancaman melancarkan serangan unilateral terhadap fasilitas nuklir Iran, menjelang pilpres Amerika pada 6 November mendatang. Akan tetapi, Amerika Serikat menentang rencana Israel itu dalam kondisi seperti saat ini.
Ancaman serangan Israel itu didasarkan pada klaim rekayasa bahwa program nuklir Iran telah disimpangkan untuk tujuan-tujuan militer.
Namun di lain pihak, para pejabat Iran berjanji akan menunjukkan balasan destruktif terhadap segala bentuk serangan. Perang dengan Iran akan dengan cepat membakar seluruh kawasan Timur Tengah dan bahkan melampaui batas-batas teritorial.
Mohsen Rezaei mengecam upaya Ameriak Serikat menyimpangkan gerakan Kebangkitan Islam di kawasan dengan interferensinya di Suriah.
Menurutnya, "Saat ini, Barat sedang berusaha menyimpangkan gerakan Kebangkitan Islam menuju demokrasi ala-Barat dan mengubahnya menjadi gerakan menuntut demokrasi ala-Amerika Serikat melalui penggulingan pemerintah Suriah. Akan tetapi gerakan kebangkitan juga telah menembus dinding kapitalisme di Amerika Serikat yang menimbulkan trauma internal."
"Ketika revolusi regional dikhawatirkan, maka tidak boleh ada pihak yang beranggapan bahwa gerakan itu hanya terbatas pada perubahan rezim di Libya dan Mesir saja, karena itu hanya awal dari perubahan besar tersebut," tutur Rezaei.| AT | M | Irib |
