News Update :

Diduga Aliran Sesat Dayah Dibakar OTK, "Itu Semua Fitnah"

Rabu, 24 Oktober 2012

Aceh Utara | Acehtraffic.com - Dayah Baitul Mu’arif tadi sekira pukul 03.30 WIB pagi, Rabu 24 Oktober 2012 hangus dibakar orang tak dikenal (OTK). Pembakaran dayah yang berlokasi di gampoeng Meunasah Manyang Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten aceh Utara tersebut diduga dilatarbelakangi oleh merebaknya kabar yang menyatakan dayah tersebut dianggap sebagai aliran sesat.

Dayah yang memiliki lima balai pengajian berkonstruksikan papan dan kayu di lahan seluas 3000 meter tersebut dua diantaranya hangus terbakar jadi abu. Sementara tiga balai pengajian lainnya gagal dibakar dan ditemukan bekas bensin yang telah ditumpahkan ke lantainya lengkap dengan sebuah jerigen ukuran 5 liter yang ditinggalkan pelaku. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dayah yang di didirikan sejak tahun 2000 lalu oleh Tgk.Walidy Zarkasy pernah mendapat dukungan dari masyarakat sekitar karena dia sendiri keturunan dari Tgk Chik Meunasah Manyang. Masyarakat ikut membantu mendirikan dayah itu dengan bermacam bantuan.

Setelah setahun lebih didirikan berdasarkan keterangan nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya,Tgk Zarkasy bersama Tgk M. Yusuf Ibrahim beserta beberapa kerabat lainnya berangkat ke Meulaboeh. Tidak diketahui apa yang dilakukan oleh mereka di daerah Aceh barat tersebut. Beberapa tahun kemudian (waktunya tidak diketahui dengan pasti) Tgk Zarkasy dan kerabatnya kembali ke dayah Baitul Mu’arif.

Sejak itupula pengajian tersebut menimbulkan kecurigaan oleh sekelompok orang yang mengaku-aku mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).  Bahkan beberapa selebaran yang berkonotasi negatif terhadap dayah tersebut beredar dikalangan masyarakat setelah sebelumnya Tgk Muhammad Yusuf Ibrahim menggelar pengajian pada malam Jum’at 31 Mei 2012.

Berdasarkan keterangan dari nara sumber di gampoeng tersebut, Hasil pembicaraan Tgk M. Yusuf Ibrahim malam itu dituangkan kedalam tulisan oleh salah seorang yang ikut dalam pengajian dan tulisan itu pula yang membuat keruh suasana terlepas dari betul atau tidaknya isi ceramah tersebut.

Sebelum terjadi insiden pembakaran terhadap dayah itu, kalangan keluarga Tgk Zarkasy yang menetap didesa itu mendapat berbagai ancaman dan gunjingan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Rumah-rumah mereka acapkali menjadi sasaran lemparan batu oleh sekelompok warga saat lewat tengah malam.

Salah seorang yang menjaga dayah itu, Nurdin AR (60), mengatakan ketika dia melihat dayah ini sekitar pukul 04.00 WIB kobaran api telah melahap dua bangunan balai pengajian sementara para pelaku telah melarikan diri. Dayah ini telah lama mati suri sejak digembor-gemborkan aliran sesat. Sehingga Nurdin juga tidak pernah lagi tidur di dayah itu namun baju dan kain sarungnya yang masih berada disitu ikut terbakar.

Ketika api sedang menjilati dayah tersebut, Nurdin tidak berusaha untuk memberitahukan warga sekitar menurutnya percuma karena yang membakar juga orang dari warga itu. pria renta tersebut juga beranggapan bahwa dayah Baitul Mu’arif di fitnah oleh orang tidak bertanggung jawab. “itu semua fitnah,” ujarnya.

Sementara keberadaan Teungku Darkasyi dan Tgk Muhammad Yusuf Ibrahim telah lama menghilang sebelum peristiwa pembakaran ini terjadi. | AT | HR |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016