News Update :

ASNLF Ikut Pertemuan Kumpulan Bangsa Pribumi Diwilayah Jajahan

Rabu, 24 Oktober 2012


Swedia | acehtraffic.com- ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front) adalan front pembebasan bangsa Acheh  nyatakan telah  mengirimkan tiga peserta dalam satu pelatihan yang diselenggarakan oleh UNPO (The Unrepresented Nations and Peoples Organization)  di Den Haag, Belanda , Rabu 24 Oktober 2012.


Dalam rilis yang diterima acehtraffic.com acara pelatihan tersebut berlangsung tiga hari, 25-27 Oktober 2012, akan diikuti oleh anggota UNPO, perwakilan bangsa-bangsa dari berbagai penjuru dunia yang sedang menuntut hak-hak penentuan nasib sendiri.

UNPO (The Unrepresented Nations and Peoples Organization) adalah sebuah badan international, yang didirikan pada tahun 1991, terdiri dari 41 anggota dari bangsa-bangsa pribumi yang tidak diakui, minoritas dan wilayah-wilayah jajahan.

Katanya mereka secara bersama-sama berjuang untuk melindungi dan mengkampanyekan hak-hak mereka dalam berbagai forum-forum international. Selain memiliki kantor pusat di Den Haag, Belanda, UNPO juga punya kantor advokasi di Brussel, Belgia, dimana sebagian besar institusi-institusi Uni Eropah berkedudukan.

Dalam pelatihan ini peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang PCM (Project Cycle Management), mekanisme dalam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pelatihan Hak Asasi Manusia berstandar internasional dan even ini menciptakan peluang besar untuk membangun kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

“Melalui pelatihan-pelatihan internasional seperti ini, ASNLF akan mampu menjalankan agenda kerjanya dengan semakin baik di masa depan," ucap Ketua Presidium ASNLF, Ariffadhillah.

ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front) adalan front pembebasan bangsa Acheh yang didirikan oleh almarhum Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro pada tahun 1976, yang bertujuan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat Acheh, sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebelumnya, pada bulan Agustus lalu, dua orang perwakilan ASNLF dari Swedia dan seorang dari Belanda mengikuti pelatihan diplomasi serupa. "Kali ini, kita mengirimkan dua orang perwakilan ASNLF dari Amerika dan seorang dari Norwegia," kata Ariffadhillah.

Menurut ketua Presidium ASNLF, yang saat ini berkedudukan di Jerman, pendidikan diplomasi internasional di UNPO sudah pernah dirintis oleh almarhum Tgk. Hasan Muhammad di Tiro semasa beliau hidup. Kala itu, ASNLF adalah salah satu anggota UNPO, yang terdaftar sejak 6 Agustus 1991, namun kemudian dihentikan pada 1 Maret 2008.

"Acheh melalui ASNLF sudah mendaftarkan diri kembali di UNPO, semua persyaratan administrasi sudah dipenuhi tinggal menunggu keputusan resmi dari badan eksekutif UNPO", demikian Ariffadhillah. | AT | Rilis |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016