
Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Komisi D DPRK Kota Lhokseumawe mengharapkan Pemerintahan Kota
Lhokseumawe harus lebih memfokuskan mengenai sarana dan prasaran pendukung
kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Sabtu, 13 Oktober 2012.
“Sekolah-sekolah di
Lhokseumawe masih sangat minim saran dan prasarana belajar”, ujar Jailani, SH,
Walil Ketua Komisi D DPRK Kota Lhokseumawe.
Sarana dan prasarana yang
masih minim, sambung Jailani, berupa bangku, meja dan alat-alat laboratorium. Apabila
fasilitas ini terpenuhi, maka siswa-siswa yang sekolah di Kota Lhokseumawe akan
lebih berkompeten.
Jailani menambahkan, kalau
kita melihat, dana untuk pendidikan sangat sangat banyak dikucurkan, yaitu
sebesar 20 persen. Tapi mengapa sarana dan prasarana pendukung belajar dan
mengajar masih banyak yang belum terpenuhi.
“Seharusnya hal itu tidak
perlu terjadi”, tutur Jailani.
Begitu juga dengan
persoalalan guru, Jailani menilai, pemerataan guru masih belum terjadi. Saat ini
guru-guru hanya tertumpu di sekolah yang berada di Kecamatan Banda Sakti.
Kota Lhokseumawe memiliki
empat Kecamatan, maka kedepannya, para guru harus ditempatkan lebih merata. Begitu
juga dengan kesejahteraan guru, kedepannya harus lebih diperhatikan.| AT | AG |
