
Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Terkait dengan aksi unjuk rasa warga Desa binaan PT. Arun NGL
di depan pintu masuk menuju kilang gas [Plant Site], pihak perusahaan akan
menampung aspirasi warga tersebut. Selasa, 18 September 2012.
“Kita akan menampung
aspirasi warga yang melakukan unjuk rasa tadi, tapi ada batasannya”, ujar Roby
Sulaiman, Humas PT. Arun NGL ketika di konfirmasi di ruang kerjanya.
Untuk bekerja di Perusahaan
PT. Arun, sambung Roby, juga diperlukan tenga kerja yang memiliki skil dan ada
sertifikasi dari Dirjen Migas. Sehingga pekerja diperusahaan ada sebagian yang
harus direkrut dari luar.
Roby menambahkan, dari 13
Desa binaan. Kita telah memprioritaskan delapan warga dalam setiap Desa untuk
bekerja langsung diperusahaan PT. Arun NGL tanpa ada persyaratan khusus maupun
tes.
“Kita telah jelaskan kepada
warga, karena perusahaan juga memiliki keterbatasan”, tutur Roby.
PT
Arun pertama kali beroperasi pada tahun 1976 merupakan salah satu perusahaan
pencairan gas alam pertama yang dibangun Pemerintah Indonesia selain PT Badak
NGL Co. di Bontang Kalimantan.
Pada
saat itu, PT Arun merupakan perusahaan bersama antara Pemerintah
Indonesia yaitu Pertamina, Mobil Oil dan Japan Indonesia LNG Company [JILCO]
dengan pemegang saham masing-masing 55, 30 dan 15 persen.| AT | AG |
