Acehtraffic.com - Tanggal 19 September 1907, untuk pertama kalinya dalam sejarah, usaha manusia untuk menciptakan materi yang bisa menciptakan panas dan energi, mencapai hasilnya dengan ditemukannya minyak buatan. Materi baru ini ditemukan oleh James Yong, seorang ahli kimia Skotlandia.
James Yong memiliki sebuah pertambangan batu arang dan sebuah laboratorium lengkap. Melalui penyulingan batu arang tersebut, dia berhasil menciptakan minyak buatan.
Stadion San Siro Diresmikan
Stadion Giuseppe Meazza, atau dikenal dengan nama San Siro, merupakan stadion sepak bola di Milan, Italia, yang menjadi kandang bagi dua tim Liga Italia, AC Milan dan Internazionale. Stadion yang dibangun pada 1925 di Distrik San Siro tersebut diresmikan pada 19 September 1925 dan mengalami perubahan nama secara resmi pada 1979 menjadi Giuseppe Meazza. Hal itu bertujuan menghormati seorang pemain Inter pada 1920-an. Namun hingga kini, bagi fan AC Milan, namanya tetap San Siro.
Pada 1987 dalam persiapan menghadapi Piala Dunia, pemerintah Italia memberi Dewan Kota Milan US$30 juta untuk memodernisasi stadion tersebut. Akan tetapi, ongkos tersebut akhirnya membengkak dua kali lipat.
Pada 1990, stadion tersebut menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia antara Jerman Barat dan Argentina.
Jepang Menjajah Cina
Tanggal 19 September 1931, pasukan Kekaisaran Jepang menduduki Cina. Pendudukan ini berlangsung hingga berakhirnya Perang Dunia Kedua pada Agustus 1945 dan hingga kini menjadi masalah bagi hubungan Cina dengan Jepang.
Invasi ke Cina ini dimulai dengan masuknya pasukan Jepang ke wilayah Manchuria. Di sana, mereka mendirikan negara boneka bernama Manchukuo enam bulan kemudian.
Pengerahan pasukan Jepang secara massal itu berlangsung sehari setelah "Insiden Mukden." Menurut sejarawan Peter Duus dan John Hall dalam buku "The Cambridge History of Japan: The Twentieth Century," insiden itu adalah hasil manipulasi militer Jepang dengan membuat skenario peledakkan rel kereta api milik perusahaan Jepang di dekat Kota Mukden, yang kini bernama Shenyang.
Sabotase kecil-kecilan itu menjadi alasan bagi Jepang untuk menuding kaum pejuang nasionalis Cina sebagai pihak yang bertanggungjawab. Insiden ini pula yang membuat Jepang memutuskan mengirim bala tentara ke Cina.
Manipulasi Jepang itu terpapar ke masyarakat internasional, yang mengucilkan negara itu secara diplomatik. Jepang pun keluar dari Liga Bangsa-Bangsa pada Maret 1933.
Namun, pengucilan itu tidak membuat Jepang lemah. Pasukan Kekaisaran makin memperkuat kehadiran mereka di Cina dan menginvansi kota-kota lain secara brutal setelah tidak mampu diimbangi oleh para pejuang setempat.
Salah satu kekejaman militer Jepang yang masih diingat Cina adalah pembantaian di Kota Nanking (Nanjing) pada 13 Desember 1937. Dalam buku "The Rape of Nanking," pasukan penjajah tidak hanya menguasai kota, mereka juga membunuh ratusan ribu warga sipil dan tentara China. Penjarahan dan perkosaan secara massal berlangsung di kota itu.
Leningrad Dibom
Tanggal 19 September 1941, Jerman berhasil menembus pertahanan udara Leningrad (dulu St Petersburg) dan menewaskan lebih dari 1.000 warga Rusia. Pasukan Hitler telah berada di wilayah kekuasaan Soviet sejak Juni 1941. Upaya Jerman mengambil alih Leningrad pada Agustus dengan mengerahkan pasukan panser gagal. Hitler ingin menghancurkan kota itu dan menyerahkannya kepada sekutu, Finlandia, yang saat itu sedang menyerang Rusia dari arah utara. Namun, Leningrad memiliki pertahanan antitank yang cukup untuk menghalau Jerman. Pasukan Jerman mengelilingi kota tersebut dengan tujuan memisahkannya dari bagian lain Rusia.
Serangan udara itu sangat brutal. Pengepungan Leningrad berlangsung selama 872 hari dan mengakibatkan populasi kota hampir habis. Lebih dari 650 ribu warga Leningrad tewas pada 1942 akibat kelaparan, wabah penyakit, dan serangan artileri pasukan Jerman yang berposisi di luar kota. Satu-satunya akses masuk cadangan makanan ialah melalui Danau Ladoga. Itu pun harus menggunakan kereta luncur es pada musim dingin. Pasukan Soviet akhirnya berhasil memenangi pengepungan itu pada Januari 1944, memukul mundur pasukan Jerman sejauh 50 mil (80,46 km) dari Kota Leningrad.
Kudeta Militer di Argentina
Tanggal 19 September 1955, Presiden Argentina saat itu, Juan Domingo Peron, tersingkir dari posisinya oleh sebuah kudeta militer. Peron yang telah memerintah selama satu dekade itu, meraih kekuasaannya di tahun 1946 dengan dukungan kelas buruh. Penasehat politiknya yang paling besar adalah istrinya sendiri, yaitu Evita Peron. Pada tahun 1952, Evita Peron meninggal dunia dan disusul dengan pecahnya koalisi nasional yang selama ini mendukung Peron.
Setelah diusir dari negerinya, ia menetap di Spanyol dan dari sana, ia memimpin Faksi Peronists yang merupakan faksi yang sangat kuat di Argentina.Juan Domingo Peron dilahirkan pada tahun 1895 dan memulai karirnya di bidang militer.
Kecelakaan Pesawat UTA
Pesawat dengan nomor penerbangan 772 milik maskapai Prancis Union de Transports Aeriens (UTA) dijadwalkan berangkat dari Brazzaville di Republik Kongo melewati N'Djamena di Chad menuju Bandara Charles de Gaulle, Paris. Pada 19 September 1989, saat pesawat terbang pada ketinggian 35 ribu kaki (10.668 meter), sebuah ledakan terjadi dan menyebabkan pesawat UTA tersebut hancur di atas Gurun Sahara dekat Kota Bilma dan Tenere di Nigeria. Seluruh korban terdiri dari 156 penumpang dan 14 awak tewas, termasuk Bonnie Pugh, istri Duta Besar Amerika Serikat untuk Chad Robert Pugh.
Penyelidikan yang dilakukan ICAO menjelaskan sebuah improvised explosive device (IED), bom yang biasanya dibuat untuk gerakan militer konvensional dan ditempatkan di kontainer di lokasi 13-R kargo depan, menyebabkan kerusakan pesawat. ICAO menduga IED diletakkan di dalam bagasi yang dimuat di Bandara Brazzaville. Pada 19 September 2006, pengadilan menyatakan pemerintah Libia dan enam agen mereka bersalah dalam peristiwa tersebut.
Perjanjian Militer AS dan Kuwait
Tanggal 19 September 1991, Kuwait dan Amerika menandatangani sebuah nota kesepakatan militer. Nota kesepakatan ini dibuat enam bulan setelah berakhirnya pendudukan Irak di Kuwait. Menurut para pejabat Kuwait, kesepakatan ini dibuat untuk mencegah kembalinya agresi Irak. Berdasarkan perjanjian ini, Amerika memiliki hak untuk menggunakan pelabuhan-pelabuhan Kuwait dan mendirikan pangkalan militer di negara itu, serta kedua negara akan melakukan latihan militer bersama.
Pada tahun 1992, Kuwait juga membuat perjanjian serupa dengan Inggris dan Perancis. Pada tahun-tahun berikutnya, Qatar, Bahrain, Oman, and Uni Emirat Arab juga mengadakan perjanjian militer dengan Amerika, Inggris, dan Perancis. Namun, di luar yang dibayangkan oleh negara-negara itu, kehadiran militer Barat di wilayah mereka justru mendatangkan masalah di dalam negeri dan meningkatkan ketidakamanan di Teluk Persia.
Tentara AS Menyerbu Haiti
Tanggal 19 September 1994, 20 ribu tentara AS menyerbu Haiti, sebuah negara kecil di Laut Karibia, dari laut dan udara dan kemudian menduduki negara tersebut. Alasan Washington dalam serangannya tersebut adalah untuk mengembalikan Jean Bertrand Aristide, mantan presiden Haiti, ke kursi kepresidenan.
Sebelumnya, pada tahun 1991, Jenderal Raol Cedras melakukan kudeta terhadap Aristide yang delapan bulan sebelumnya terpilih sebagai presiden Haiti. Namun, atas desakan internasional, terutama Amerika, para pelaku kudeta bersedia menyerahkan kembali kekuasaan keapda Aristide. Di luar kesepakatan, tiba-tiba AS menyerang Haiti dan tetap tinggal di negara itu dengan kedok sebagai pasukan penjaga perdamaian. Tindakan AS ini merupakan bukti lain dari pelanggaran undang-undang internasional yang berkali-kali dilakukan oleh negara ini.| AT | M Irib |

