Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Arus Lalu-lintas padat dan Keriuhan suasana malam takbiran sudah mulai terasa di seputaran Kota Lhokseumawe semenjak pukul 19:45 Wib. Sabtu, 18 Agustus 2012.
Rata-rata yang mendominasi jalan adalah kenderaan roda dua dan roda empat. Rata – rata para penguna jalan tersebut ke jantung Kota Lhokseumawe adalah untuk mengikuti pawai Takbiran, namun ada juga yang hanya sekedar jalan-jalan saja.
Menurut pantauan The Aceh Traffic dilapangan Hiraq, disana terlihat beberapa orang remaja yang sedang asyik menyalakan kembang api dan bermain petasan, serta para pedagang yang sibuk menjualkan dagangannya.
Terlihat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri ini, warga terlalu bereforia. Hampir disetiap daerah kita bisa mendegar suara petasan dan menyaksikan kembang api yang berwarna-warni nan indah di atas langit.
Seolah-olah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri sama dengan merayakan Tahun Baru. Suara Gema Takbir di Mesjid dan Surau dikalahkan dengan suara petasan, serta lebih banyak orang yang membakar kembang api dan petasan ketimbang Takbiran.
Umar salah seorang warga Kota Lhokseumawe ketika diwawancari di Lapangan Hiraq mengatakan, sekarang banyak orang yang sudah salah kaprah. Merayakan Hari Raya Idul Fitri seperti merayakan Tahun Baru.
“Banyak yang salah kaprah sekarang, merayakan Idul Fitri kok seperti merayakan Tahun Baru”, ujar Umar.
Seharusnya, sambung Umar, kita lebih banyak bertakbir, karena kita menyambut hari kemenangan. Bukan dengan menyalakan kembang api dan membakar petasan, karena di dalam Agama Islam tidak dianjurkan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan membakar petasan dan menyalakan kembang api. | AT | AG |


0 komentar:
Posting Komentar