News Update :

Benarkah 'salam-salaman' di Istana butuh Rp 1,5 miliar?

Senin, 20 Agustus 2012

Jakarta | Acehtraffic.com - Biaya silaturrahmi Presiden SBY pada Lebaran tahun ini disebut oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra)mencapai Rp 1,5 miliar. Fitra menilai, ongkos sebesar itu terlalu mahal, dan terkesan menghamburkan uang negara. Apa tanggapan istana? 

"Masih perlu saya nanggapi soal itu?" ujar juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Terhadap data yang diungkap oleh Fitra, Julian bertanya balik. "Justru yang ingin saya tanyakan bagaimana pendapat itu, tapi dia pasti bukan dari negara lain bukan ya, tidak ya, karena kami ingin menanyakan bagaimana pandangan Pak uchok apakah masih perlu nggak ini open house ini," ujar Julian di Istana, Minggu (19/8). 

Menurut Julian, acara itu diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, kepada rakyat yang ingin bersilaturahmi dengan presiden dan keluarga presiden itu di Istana. "Itu semangatnya. Jadi memang semata-mata untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita dari manapun untuk bisa masuk dalam acara halal bi halal seperti yang kita selenggarakan hari ini di istana," tegasnya.

Jadi apakah benar anggarannya sebesar itu? "Saya tidak mengomentari itu. Tidak punya data sebaik yang dikatakan oleh lembaga swadaya masyarakat, saya tidak tahu datanya dari mana, silakan ditanyakan kepada mereka yang mempublish itu, saya tidak ada komentar soal itu," katanya. 

Sebelumnya Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi menilai pemerintahan SBY telah mencederai perasaan orang-orang miskin. SBY bisa begitu gampang menghamburkan uang. Padahal jauh di tempat lain, masih banyak rakyat miskin kesulitan mencari duit, walau sebesar Rp 5000 saja. Dia juga menyesalkan tidak adanya transparansi anggaran buat acara salam-salaman presiden ini, terutama proses lelang acara silaturrahmi Presiden SBY pada Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah ini.

”Terlalu mahal, mengada-ada, dan jauh dari tindakan penghematan, yang selama ini selalu dinyatakan oleh Presiden SBY sendiri,” kata Uchok, 18 Agustus 2012.

Pantauan FITRA, ada ketidakjelasan siapa pemenang dan nilai penawaran perusahaan pemenang tender pekerjaan pengadaan jamuan bagi presiden dan keluarga, serta para menteri, pejabat tinggi Negara dan korps diplomatik berbiaya Rp 606 juta. Sementara untuk acara pengadaan jamuan bagi pejabat dan karyawan sekretariat presiden sebesar Rp 175 juta, cuma ada pemenang tunggal.”Jadi sebetulnya tidak ada kompetisi lelang, yang ada malahan “ditunjuk” langsung karena tak ada saingan,” ujarnya.| AT | M | MR |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016