
Lhoksukon | Acehtraffic.com – Pagi
itu, Minggu, 1 Juli 2012 tidak ada perasaan yang aneh di keluarga Zulkifli [45]
seorang ayah dari dua anak. Sepeti biasanya setiap pagi Zulkifli ditemani
istrinya Nurhayati [40] bekerja disawah yang berada tidak jauh dari rumahnya
gampong Meunasah Teungoh, Syamtalira Aron, Aceh Utara.
Namun saat itu sekitar pukul 08.30
WIB pagi sebelum Zulkifli menuju Sawah dia dimintai anak gadisnya Sri Wahyu
Rizki [16] untuk dibelikan mie Sedaap [mie instan], dia segera memenuhi
permintaan anaknya beranjak ke kios terdekat membeli 2 bungkus mie sedaap yang
akan diberikan juga kepada putranya Rauzatul Bahri [10]. Setelah mie sedaap
diberikan kepada putri tercintanya, Ia pun segera bergegas menuju sawahnya
sebagai petani ditemani istrinya.
Dari dalam rumah kedua anaknya
menyeduhkan mie sedaap ke dalam gelas mereka masing-masing. Secara bersamaan kedua anak Zulkifli membuka
bumbu yang tersedia didalam kemasan mie instan itu namun ketika si kakak
menuangkan minyak sayur yang juga terdapat didalam kemasan si adik keheranan
melihat kedalam gelas milik kakaknya. Mie yang telah diseduh dengan air panas
tersebut mengeluarkan bui-bui kecil, adiknya lantas menanyakan ke pada kakaknya
mengapa mie kakaknya berbusa tidak seperti biasanya. Kakaknya yang pada saat
itu sedang lapar hanya menjawab, “mungkin airnya terlalu panas.”
Dengan masih keheranan Rauzatul
bahri meminta sedikit mie sedaap milik kakaknya, serta merta sikakak tidak
memberikannya karena masing-masing memiliki segelas mie sedaap. Rauzatul
melirik plastik pembungkus minyak sayur milik kakaknya Sri Wahyu Rizki telah
habis dituang, sejurus kemudian Rauzatul memandangi bungkus minyak sayur yang
belum terbuka digenggamannya dan takut terjadi apa-apa Rauzatul mengurungkan
niatnya untuk menuangkan minyak tersebut kedalam gelasnya.
15 menit kemudian setelah
menyantap mie sedaap, keanehan mulai nampak pada tubuh Sri Wahyu Rizki. Diawali
muntah-muntah selanjutnya kebas hingga menjalar keseluruh tubuh, busa-busa
keluar dari mulutnya. Bungkusan mie sedaap kosong masih berada di atas meja
disamping gelas yang masih menyisakan sedikit kuah mie tertulis tanggal
kadaluarsa 11 Desember 2012. Rauzatul yang pada saat itu menyaksikan kengerian
sakit kakaknya segera memberitahukan tetangga dan kedua orang tuanya di sawah.
Tetangga berhamburan melihat kondisi Sri mencoba memberikan bantuan apa yang
dapat dibantu.
Betapa terkejutnya Ayah dan ibu
dari kedua anak itu ketika mendengar kabar bahwa anak gadisnya Sri Wahyu Rizki
keracunan. Pekerjaan yang menumpuk di sawah ditinggalkannya, kedua orang tua
Sri berlari melewati petakan sawah satu demi satu, sesampainya di rumah anak
gadisnya sudah tak sadarkan diri. Mantri yang berada tak jauh dari rumahnya
didatangkan, melihat kondisi Sri sudah parah maka mantri menganjurkan agar
segera dibawakan kerumah sakit umum Cut Meutia di Buket Rata, Lhokseumawe.
Sekitar pukul 10.00 WIB Sri tiba
di ruang Instalasi rawat darurat RSUCM diantar orang tuanya. Berdasarkan hasil
diagnosa dokter yang disampaikan Fakhrizal SKM, kepala ruang IRD RSU Cut
Meutia, Sri Wahyu Rizki positif keracunan. Setelah ditangani IRD selama 30
menit, Sri dibawa ke ruang wanita untuk dirawat inap.
Di rumah sakit Sri Wahyu Rizki masih
mengalami muntah-muntah dan beberapa
saat kemudian kondisinya mulai membaik. Pihak medis mengatakan bahwa Sri
baik-baik saja. Jelang pukul 02.00 WIB dini hari, kondisinya bertambah parah. Satu
jam setengah kemudian Zulkifli dan istrinya Nurhayati tak kuasa menahan tangis,
mereka harus merelakan kepergian anak gadisnya. Tepat pukul 03.30 Senin, 2 Juli
2012 pagi Sri Wahyu Rizki menghembuskan nafas terakhirnya.
Ayah almarhumah Sri Wahyu Rizki
meski ikhlas merelakan kepergian anaknya namun Ia sangat yakin anak gadisnya meninggal
bukan karena keracunan mie instan melainkan hanya keracunan minyak goreng dari
kemasan mie instan yang telah meraih penghargaan TOP Brand 2005 – 2007 untuk
kategori mie instan itu.
Senin, 2 Juli 2012 tepat pukul
10.00 WIB pagi Jenazah almarhumah dipulangkan kerumah duka untuk selanjutnya di
kebumikan ditempat pemakaman umum di gampong Meunasah Tingoh.
Kapolsek Syamtalira Aron, AKP
Yusuf Heriadi akan mengutus petugas ke rumah duka untuk menyelidiki kasus
dugaan keracunan mie instan itu. Namun hingga kini belum ada jawaban yang
jelas.
Sebenarnya, apa sich yang bikin
mie sedaap ‘megang’ banget? Mie sedaap menawarkan tujuh rasa yang patut dicoba
! mie sedaap sambal goreng, mie sedaap goreng, mie sedaap soto, mie sedaap kari
ayam, mie sedaap kaldu ayam, mie sedaap ayam bawang dan terakhir mie sedaap
MAUT [Almarhum] seperti yang dialami Almarhumah Sri Wahyu Rizki seorang siswi
SMAN 1 Syamtalira Aron asal gampong Meunasah Teungoh, Syamtalira Aron, Aceh
Utara.
Mie sedaap jelas terasa
sedaapnya, soal rasa lidah nggak pernah bohong jika berani berbohong untuk
mengatakan mie sedaap tidak enak maka tidak segan-segan lidah anda akan
terlepas dari tempatnya untuk mengatakan “Ueennnaaaakkkkk” seperti iklan yang anda
saksikan dilayar kaca anda.
Atau yang lebih ekstream lagi
jika anda nekat mengatakan mie sedaap tidak enak nyawa anda jadi taruhannya.
Nyawa anda akan keluar dari raga anda untuk mengatakan yang sebenarnya
“ENNNAAAAAKKKKKKK” Jika nyawa telah terlepas dari badan maka dapat dipastikan
anda game over dari dunia.
Mungkin anda akan tertawa jika
membaca kata-kata ini, mungkin anda akan tertawa jika melihat iklan mie sedaap
yang sering mengatakan soal rasa lidah tidak pernah bohong, namun yang menjadi
pertanyaan apakah rasa kaldu ayam atau rasa MAUT. Jangan sampai mie sedaap
kembali memakan korbannya. Dan jika itu terjadi pada anda atau keluarga anda
yang menjadi korban apakah anda masih dapat tertawa? | AT | HR |

0 komentar:
Posting Komentar