
Lhokseumawe |
Acehtraffic.com - Dua hari setelah kejadian tumbangnya pohon pepaya di kebun Razali,
giliran kebun sawit milik Tgk Hasballah warga Meunasah Alue Kecamatan Nisam
Aceh Utara, Senin, 11 Juni 2012 hangus dilalap puntung api rokok milik pekerja
Zaratex NV.
Tidak tanggung-tanggung
puntung api rokok tersebut menghanguskan 31 batang sawit dikebun seluas 1 hektare
itu. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 71.424.000,- sementara menurut SK
Gubernur hanya sebesar Rp 520.000,-/batang sehingga jika dihitung secara
keseluruhan berjumlah Rp 16.120.000,- dan alangkah mirisnya yang dibayar
perusahaan lebih rendah dari SK Gubernur yaitu sebesar Rp 3.500.000,- untuk ke
31 batang sawit tersebut dan jauh lebih rendah dari harga semestinya.
Pembayaran sebesar Rp
3.500.000,- untuk 31 batang yang hangus terbakar dilakukan secara tertutup.
Pada awalnya Hasballah sempat menolak namun ketika mendengar kata daripada
tidak dibayar maka melalui anggota polsek Feri disaksikan geuchik desa setempat
dan pihak Zaratex NV, Hasballah menerimanya pada hari rabu 27 juni 2012.
“hana tatuoh peugah
nyan sabab ipeugah le awak bela Zaratex dari pada hana dibayeu meusineuk pih,”
ucap Tgk Hasballah dengan aksen Acehnya yang kental kepada tokoh masyarakat
adat Nisam.
Ketika uang tersebut
diserahkan kepada Hasballah dirumahnya, Feri dari polsek setempat yang
menyerahkan uang berpesan agar Tgk Hasballah tidak melaporkan kasus ini kepada
mahasiswa.“meunyoe neupeugah bak awak nyan bek sampe lage bak putek tgk li hana
dibayeu meusineuk pih lom,” kata Hasballah meniru Feri.
Sebelumnya Zaratex NV
hanya mau membayar sebanyak Rp 500 ribu dan langsung ditolak mentah-mentah. Beberapa
hari kemudian Feri mengantar uang sebesar Rp 1.500.000,- Hasballah tak juga mau
menerima dan uang tersebut dikembalikan ke kantor. “ilong hana payah neubayeu
meunyoe sijuta siteungoeh neujak puwoe keudeh,” ucap Hasballah.
Kerugian Hasballah
tidak sampai disitu, sawit yang tidak ikut terbakar didalam kebun tersebut
terhambat produksinya selama 2 tahun karena terkena uap panas dari kobaran api.
Seperti pepatah yang mengatakan sudah jatuh ketimpa tangga pula.
‘lon ka kecewa, hana
tatupue harap le meunyoe ka lage nyoe, but kaleupah, pue taharap lom bak
perusahaan kaphe nyan,” ujar Tgk Hasballah dengan nada suara melemah menahan
pilu.
Hingga berita ini
diturunkan Humas Zaratex NV, Eri Wahab yang dihubungi reporter Acehtraffic.com melalui
telepon selular tidak pernah diangkat bahkan email yang dikirim langsung oleh
redaksi Acehtraffic.com hingga kini belum juga dibalas. | AT | HR |




0 komentar:
Posting Komentar