News Update :

Korban Zaratex NV Rugi Rp 71 Juta, Dibayar 3,5 Juta Doank, Tgk Lah: Pue Taharap Bak Perusahaan Kaphe Nyan

Kamis, 05 Juli 2012







Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Dua hari setelah kejadian tumbangnya pohon pepaya di kebun Razali, giliran kebun sawit milik Tgk Hasballah warga Meunasah Alue Kecamatan Nisam Aceh Utara, Senin, 11 Juni 2012 hangus dilalap puntung api rokok milik pekerja Zaratex NV.

Tidak tanggung-tanggung puntung api rokok tersebut menghanguskan 31 batang sawit dikebun seluas 1 hektare itu. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 71.424.000,- sementara menurut SK Gubernur hanya sebesar Rp 520.000,-/batang sehingga jika dihitung secara keseluruhan berjumlah Rp 16.120.000,- dan alangkah mirisnya yang dibayar perusahaan lebih rendah dari SK Gubernur yaitu sebesar Rp 3.500.000,- untuk ke 31 batang sawit tersebut dan jauh lebih rendah dari harga semestinya.
Pembayaran sebesar Rp 3.500.000,- untuk 31 batang yang hangus terbakar dilakukan secara tertutup. Pada awalnya Hasballah sempat menolak namun ketika mendengar kata daripada tidak dibayar maka melalui anggota polsek Feri disaksikan geuchik desa setempat dan pihak Zaratex NV, Hasballah menerimanya pada hari rabu 27 juni 2012.

“hana tatuoh peugah nyan sabab ipeugah le awak bela Zaratex dari pada hana dibayeu meusineuk pih,” ucap Tgk Hasballah dengan aksen Acehnya yang kental kepada tokoh masyarakat adat Nisam.

Ketika uang tersebut diserahkan kepada Hasballah dirumahnya, Feri dari polsek setempat yang menyerahkan uang berpesan agar Tgk Hasballah tidak melaporkan kasus ini kepada mahasiswa.“meunyoe neupeugah bak awak nyan bek sampe lage bak putek tgk li hana dibayeu meusineuk pih lom,” kata Hasballah meniru Feri.

Sebelumnya Zaratex NV hanya mau membayar sebanyak Rp 500 ribu dan langsung ditolak mentah-mentah. Beberapa hari kemudian Feri mengantar uang sebesar Rp 1.500.000,- Hasballah tak juga mau menerima dan uang tersebut dikembalikan ke kantor. “ilong hana payah neubayeu meunyoe sijuta siteungoeh neujak puwoe keudeh,” ucap Hasballah.

Kerugian Hasballah tidak sampai disitu, sawit yang tidak ikut terbakar didalam kebun tersebut terhambat produksinya selama 2 tahun karena terkena uap panas dari kobaran api. Seperti pepatah yang mengatakan sudah jatuh ketimpa tangga pula.

‘lon ka kecewa, hana tatupue harap le meunyoe ka lage nyoe, but kaleupah, pue taharap lom bak perusahaan kaphe nyan,” ujar Tgk Hasballah dengan nada suara melemah menahan pilu.


Hingga berita ini diturunkan Humas Zaratex NV, Eri Wahab yang dihubungi reporter Acehtraffic.com melalui telepon selular tidak pernah diangkat bahkan email yang dikirim langsung oleh redaksi Acehtraffic.com hingga kini belum juga dibalas. | AT | HR | 
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016