Samarinda | Acehtraffic.com - Seratusan rumah dan bangsal di 5 RT di Jalan Rajawali Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) hangus terbakar. Akibat kejadian itu, seorang warga menderita luka bakar. Penyebab kebakaran diduga kuat akibat ledakan gas elpiji.
Keterangan yang dihimpun detikcom di lokasi kejadian, api berkobar dari pukul 18.00 WITA. Angin yang bertiup kencang mengakibatkan api berkobar dengan hebat. Kondisi itu membuat panik ratusan warga yang bergegas menyelamatkan diri sambil menyelamatkan sebagian barang mereka yang bisa diselamatkan.
"Ada suara ledakan seperti elpiji sebelum kebakaran. Tiba-tiba saja api langsung membesar," kata warga RT 15, Syarifuddin, kepada wartawan di lokasi, Rabu 4 Juli 2012 malam WITA.
Fadlan, warga lainnya, mengatakan hal yang sama. Menurut dia, suara ledakan itu terdengar begitu keras dan langsung terlihat kobaran api.
"Kita kira itu suara apa. Seperti suara elpiji padahal di sini listrik tidak padam. Ternyata api langsung besar," terang Fadlan.
Gang yang sempit dan dipadati ratusan warga lainnya yang datang menonton sempat mempersulit upaya petugas pemadam kebakaran menuju titik api. Tak pelak, petugas harus berteriak meminta warga menyingkir.
"Minggir, minggir, minggir. Jangan halangi jalan petugas pemadam," seru salah seorang petugas pemadam.
Seorang warga di RT 10, mengalami luka-luka dari lantai 2 rumahnya saat berupaya memadamkan api. Ia langsung dilarikan ke RS Abdul Wahab Syachranie Samarinda.
"Iya, ada warga saya di RT 10 yang luka-luka. Namanya Pak Alusio dia naik ke atas rumahnya sendiri dan terjatuh," kata Ketua RT 10, Titus Sidete, saat ditemui di lokasi.
"Saya belum bisa memastikan apakah suara ledakan itu elpiji. Tapi saya memang mendengar suara ledakan itu baru kemudian disertai kobaran api," ujar Titus.
Dua orang anak balita, Putri (4) dan Fadil (7), juga sempat dicari oleh seorang Ibu lantaran terlepas dari tangannya saat dibawa menjauhi titik api. Namun dipastikan, kedua balita tersebut tidak sedang berada di dalam rumah saat api berkobar.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WITA. Besarnya kobaran api hanya menyisakan puing-puing mengingat rumah warga umumnya terbuat dari kayu.
Sejumlah warga dimintai keterangan oleh kepolisian dari Polsekta Samarinda Utara serta Polresta Samarinda dalam upaya penyelidikan. Belum diketahui kerugian yang diderita warga akibat musibah kebakaran tersebut.| AT | DT |


0 komentar:
Posting Komentar