Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Tugu simpang jam di pusat Kota Lhokseumawe yang air pancoran sudah lama tak berfungsi terlihat sangat mengganggu keindahan kota tersebut. Senin, 18 Juni 2012.
Safrizal, salah seorang warga Kota Lhokseumawe kepada reporter The Aceh Traffic mengatakan, selama tugu itu selesai dibangun, ia hanya melihat pancuran air ditugu itu tidak lebih dari 10 kali .
“Semenjak tugu itu selesai dibangun, saya hanya melihat pancuran air tidak lebih dari 10 kali selebihnya mati dan tidak berfungsi”, ujar Safrizal.
Menurutnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe terlihat kurang memperhatikan hal-hal yang membuat pemandangan kota menjadi indah, sehingga sekian lama air pancoran mati, belum ada perbaikan.
Terkait hal tersebut, Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, T. M Zuhri mengatakan sebenarnya tugu itu tidak terbengkalai, penyebab tidak keluarnya air pancoran di tugu tersebut disebabkan karena kurang servis saja.
“Tugu itu tidak terbengkalai, penyebab tidak keluarnya air pancuran itu karena kurang servis saja dan juga kurangnya perhatian dari Dinas terkait”, ujar T. M Zuhri. | AT | AG |
Safrizal, salah seorang warga Kota Lhokseumawe kepada reporter The Aceh Traffic mengatakan, selama tugu itu selesai dibangun, ia hanya melihat pancuran air ditugu itu tidak lebih dari 10 kali .
“Semenjak tugu itu selesai dibangun, saya hanya melihat pancuran air tidak lebih dari 10 kali selebihnya mati dan tidak berfungsi”, ujar Safrizal.
Menurutnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe terlihat kurang memperhatikan hal-hal yang membuat pemandangan kota menjadi indah, sehingga sekian lama air pancoran mati, belum ada perbaikan.
Terkait hal tersebut, Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, T. M Zuhri mengatakan sebenarnya tugu itu tidak terbengkalai, penyebab tidak keluarnya air pancoran di tugu tersebut disebabkan karena kurang servis saja.
“Tugu itu tidak terbengkalai, penyebab tidak keluarnya air pancuran itu karena kurang servis saja dan juga kurangnya perhatian dari Dinas terkait”, ujar T. M Zuhri. | AT | AG |


0 komentar:
Posting Komentar