News Update :

Waduk Lhokseumawe Gelap Setan Cupid Berkeliaran

Minggu, 13 Mei 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Malam minggu kali ini cuaca dingin serasa menusuk hingga tulang maklum tadi, Sabtu, 12 Mei 2012 sore hujan baru saja berhenti namun dinginnya malam minggu ini tidak menyurutkan pasangan muda-mudi yang telah dirasuki cinta membara untuk berjalan-jalan dikegelapan malam.

Waduk di Kota Lhokseumawe merupakan salah satu lokasi terfaforit bagi kaula muda berpasangan untuk melaju kendaraannya, selain bebas macet para penghuni waduk ini tak mau ambil pusing terhadap apa yang akan dilakukan pasangan tersebut. Setiba ditengah perjalanannya masih di areal waduk pasangan muda-mudi non muhrim itu singgah sejenak untuk menikmati keindahan remang-remang malam yang disajikan di waduk tersebut.

Semenjak waduk ini dibangun sejumlah lampu penerangan hanya berfungsi sekedar hiasan pelengkap jika dilihat pada siang harinya, namun jika berkendara dimalam hari pastikan lampu kendaraan yang anda kendarai harus menyala karena lampu penerangan di seputaran waduk itu tak berfungsi atau tidak di aliri listrik.

Namun bagi pasangan muda-mudi situasi ini merupakan keindahan dan kenikmatan tersendiri terutama malam minggu selain gelap petugas Wilayatul Hisbah/polisi syariat juga enggan merazia dimalam hari. Meskipun malam-malam lainnya para pasangan non muhrim juga gencar melakukan ritual percintaan namun tak semeriah malam minggu.

Romantika malam minggu di Kota Lhokseumawe tampak membara, dari balik belakang batu waduk para pasangan berjibun memadu kasih. Beberapa mobil berkaca gelap berhenti ditengah gelapnya jalan waduk, tak ada musik maupun irama namun mobil tersebut asyik berdendang. Bagi para pengendara sepeda motor harus cukup bersabar dengan hanya mencolek paha atau pinggul pacar yang ditumpanginya.

Jika tidak sanggup menahan nafsu yang membara mereka mengambil alternatif memarkirkan sepeda motornya di samping pedagang jagung bakar, setelah memesan jagung pasangan inipun beranjak menaiki batu yang berada dibelakang penjaja jagung bakar dan kemudian bersama-sama tiarap untuk mencicipi ‘jagung’ tak peduli bau busuk yang berasal dari lumpur dan sampah menusuk lubang hidung sekalipun jika dua sejoli telah dirasuki setan cupid.

Kemeriahan romansa tidak hanya dari belakang batu waduk maupun didalam mobil akan tetapi pembatas trotoar yang berfungsi untuk melindungi pengendara kendaraan agar tidak jatuh terjungkal kedalam air waduk pun berjengger puluhan pasangan layaknya seperti kerumunan pasangan burung gereja, kata-kata tokoh film kartun Teletubbies ‘berpelukkan’ dipraktekkan disini. Salah seorang pasangan muda-mudi yang tak mau disebutkan namanya bahkan gambarnya juga tidak boleh diambil berkomentar, “Jangan kemarilah bang lagi sedap ini,” ujarnya setengah kesal.

Bergeser ketempat lain, “Woi..apa kau ambil-ambil photo,” bentak seorang pria yang mencoba melindungi kekasihnya dari jepretan kamera yang tidak jadi diambil. Malam mulai larut, pengendara kendaraan yang melintasi waduk mulai sepi namun pasangan yang sedang dilanda mabuk asmara tak mau beranjak dari tempatnya seakan makin sunyi makin asyik, yang dibelakang batu waduk.


Yang didalam mobil terparkir dipinggiran jalan waduk, yang bertengger diatas trotoar atau dibawah trotoar mengalun lirikan pujangga cinta diikuti irama desahan menggoda dengan tangan yang tak pernah mau berhenti meraba. Tak tahan menjadi penonton, dan sudah tidak sanggup lagi digerayangi nyamuk, pengintip memilih pulang.| AT | HR |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016