News Update :

Hebat.. Zaratex NV Mulai Ekploitasi Migas Di Lhokseumawe, Bagi Hasil Bagaimana?

Selasa, 01 Mei 2012



Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Perusahaan Minyak asal Kanada, Niko Resources Ltd. (Niko) berpatner dengan Zaratex NV untuk melakukan eksplorasi di 5908 km Lhokseumawe PSC, Aceh.

Niko Resources Ltd. (Niko), 23 April 2012, melaporkan Zaratex NV selaku operator di blok minyak dan gas Lhokseumawe PSC telah memulai proses pemboran awal di sumur migas Candralila-1, Indonesia.

Sumur Candralila-1 adalah sumur pertama dari dua sumur migas yang kembali dibor dengan menggunakan Hercules 208 jack-up rig. Di blok minyak itu, Niko hanya memiliki saham sebesar 30 % dan bukan sebagai operator.

Niko Resources saat ini merupakan operator dari 12 wilayah kerja migas yaitu blok Seram, blok South East Ganal I, blok West Sager, blok South Matindok, blok Kofiau, blok West Papua IV, blok North Makasar Strait I, blok Halmahera-Kofiau, blok East Bula, blok Cendrawasih Bay III, blok Cendrawasih Bay IV, blok Sunda Strait. Serta satu Wilayah Kerja yang belum ditandatangani kontrak kerja samanya yaitu blok Obi.

Blok minyak dan gas ini berdekatan dengan ladang minyak Arun (>3.1BBOE) yang sekarang masih dalam perencanaan untuk membangunan LNG (liquefied Natural Gas/ LNG Arun ). Saat ini perseroan sedang melakukan survey 3D Sesimic pada kedalaman 3865 km2 .

Niko mengatakan, proses pemboran blok minyak ini akan dimulai dari air dangkal. April 2012 melakukan pemboran di dua sumur migas, yaitu, sumur Candralila-1 dan Ratnadewi-1.

Perseroan mengatakan, jika proses pemboran sukses, Nika akan melakukan proses lebih luas yaitu membangun infrastruktur untuk proses kelancaran proses itu di Aceh. Peralatan Pemboran Niko dijadwalkan akan tiba di Lhokseumawe pada bulan September nanti untuk melakukan proses pemboran lebih jauh di Sumur Jayarani-1.

Niko telah lama beroperasi di Indonesia. Nika berpartisipasi di North Ganal PSC yang dioperatori perusahaan Italia, Eni Spa. Sekarang ini Niko dan Eni sedang melakukan pemboran di sumur Lebah-1 dan ditargetkan akan berproduksi pada semester II 2012. Lebah prospect akan dilakukan perluasan sampai ke sumur minyak Jangkrik dan Jangkrik-NE (cadangan sebesar 400MMBOE ).

Ekploitasi migas dan tambang di Aceh dilaporkan hingga kini terus dilakukan, sementara bagi hasil hydrokarbon Aceh 70/30% yang disebutkan dalam perjanjian damai tidak ada implementasi. 

Hingga berita ini diturunkan pemerintah Aceh pasca kisruh politik perebutan kekuasaan belum berjalan optimal dan pro rakyat. Pemerintah Indonesia pasca 7 tahun perdamaian Aceh belum mengeluarkan aturan turunan tentang bagi hasil migas.

Menurut seorang pekerja migas asal Aceh di Qatar yang tidak ingin namanya disebut mengatakan bagi hasil migas 70:30% antara pemerintah Aceh dan Indonesia sepertinya  mustahil terwujud dengan tranparans. 

Walaupun  7 tahun perdamaian masyarakat Aceh masih terus dihidangkan untuk menghirup   Amoniak dan gas telur busuk [H2S]. Begitu juga dengan keberadaan  Exxon Mobil apa yang didapat masyarakat sekitar ?

Sejumlah kasus kekerasan terjadi disekitar perusahaan, dan pencemaran lingkungan juga terjadi, walaupun masyarakat mengetahui dan merasakan kepedihan ini, namun masyarakat yang lemah dan tidak berkuasa tidak tahu harus mengadu kemana? 

Belum lagi untuk mengetahui besaran uang tiap tahunnya dari hasil gas yang dikeruk dari bawah tempat tinggal mereka aja mereka tidak dikasih tau,"Ujar seorang warga Aceh yang bekerja disektor Migas di Qatar | AT | TI | YD |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016