News Update :

Tak Punya Duit, Alfian Kampanye Di Hotel Lido Graha Lhokseumawe

Kamis, 05 April 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Pasangan calon walikota dan wakil walikota Lhokseumawe Alfian Lukman-Amri Bin Ibni tadi siang, Kamis, 5 April 2012 pukul 14.00 WIB di peusijuk di aula Hotel Lido Graha Lhokseumawe dengan disaksikan ratusan masyarakat kota Lhokseumawe yang memadati ruang aula tersebut.

Ditempat dan hari yang sama pasangan ini juga menggelar pelatihan saksi yang dilakukan pagi harinya, kemudian pada pukul 14.00 WIB dengan berganti ruangan pasangan calon wakil dan walikota Lhokseumawe itu melakukan sebuah ritual peusijuk untuk melangkah maju di pemilukada 9 April nanti sekaligus kampanye.

Dua alasan mengapa Alfian Lukman memilih lokasi hotel Lido Graha Lhokseumawe sebagai tempat dia berkampanye adalah, alasan yang pertama karena keadaan keamanan yang tidak memungkinkan, kedua karena masyarakat kota Lhokseumawe yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan.

“Kalau saya membuat acara kampanye, berapa uang yang harus saya berikan kepada mereka? padahal mereka tidak bekerja satu hari atau setengah hari, apa yang mereka bawa kerumahnya? ini juga suatu perhatian kepada saya yang tidak memungkinkan saya untuk membuat acara yang demikian, sedangkan saya tidak punya apa-apa. Maka saya undang masyarakat untuk beramahtamah ditempat Lido ini karena kebetulan ketua timses kita adalah Direktur Lido Graha jadi diberikan tempat walaupun dengan minimnya dana,” kata Alfian Lukman calon walikota Lhokseumawe yang di usung melalui jalur independen.

Selain dua alasan yang disebut diatas, alfian juga mengakui bahwa digelarnya acara kampanye di Hotel Lido Graha adalah karena keinginan masyarakat untuk berjumpa dengan calon, dan timses semua juga ingin berkumpul untuk mengadakan silaturahmi. “Ini adalah acara silaturahmi timses dengan masyarakat, ramah tamah dengan masyarakat,” ujar Alfian dengan nomor urut 11.

Mengenai pengrusakan yang dilakukan terhadap baliho pasangan Alfian Lukman-Amri Bin Ibni oleh timses lawannya, Alfian Lukman menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa dan sebagai  konsekuensi dalam sebuah politik. Dia mengharapkan agar kedepan kelompok-kelompok  yang merusak baliho itu sadar dan tidak mengulangi lagi.

“mungkin 5 tahun kedepan juga akan begini. Kalau begini caranya bagaimana akan melahirkan pemimpin yang berkualitas sedangkan timsesnya saja tidak bisa dijaga, bagaimana kita bisa menjaga masyarakat?,” tanya Alfian Lukman keheranan.

Alfian Lukman juga tidak merasa khawatir pengrusakan baliho akan terulang kembali jika ia tidak melapor ke polisi. “Kita tidak melaporkan selama tidak jatuh kepada fisik. Kalau baliho itu dirusak biasalah, stiker dicopot itu hal biasa, saya rasa tidak akan terulang kembali dan ini adalah sebuah pelajaran politik bagi masyarakat bahwa politik membakar baliho orang mencabut stiker orang dan mengintimidasi orang itu adalah bukan politik yang baik,” jelas Alfian. | AT | HR |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016