
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Anggota Komisi VI DPR Marzuki Daud mengatakan upaya revitalisasi PT Arun menjadi terminal penyimpanan gas juga akan memberi dampak besar bagi pembangunan di Provinsi Sumatera Utara.
"Saya kira tidak hanya untuk menghidupkan perusahaan-perusahaan di Aceh, tapi revitalisasi PT Arun itu juga akan membantu kelancaran industri dan pembangkit listrik di Sumatera Utara," katanya di Banda Aceh, Selasa 10 April lalu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua tim pemantau Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan Otsus Papau itu terkait dengan rencana pemerintah merevitalisasi PT Arun pascahabisnya sumber gas di Aceh. "Gas yang akan dipasok atau disimpan ke tanki-tanki bekas PT Arun itu nantinya juga siap dialirkan untuk kebutuhan berbagai industri dan pembangkit listrik di Sumatera Utara," katanya.
Oleh karenanya, Marzuki Daud menjelaskan bahwa rencana revitalisasi PT Arun menjadi terminal penyimpanan gas untuk cadangan nasional tersebut sangat tepat dan diharapkan segera diwujudkan melalui pembangunan dan rehabilitasi kembali pipa-pipa bekas perusahaan di Lhokseumawe itu.
Revitalisasi Arun, katanya juga berdampak bagi upaya menghidupkan kembali sejumlah industri strategis di Aceh, seperti aromatic, PT KKA dan PT AAF di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Politisi Partai Golkar daerah pemilihan (dapil) Aceh itu juga menjelaskan bahwa selama lebih 30 tahun eksploitasi gas PT Arun di provinsi ini saja sudah menghasilkan devisa negara ratusan triliun rupiah.
"Maka pantas rasanya jika pemerintah memperhatikan upaya revitalisasi PT Arun menjadi terminal penyimpanan gas," katanya seraya menambahkan politisi Partai Golkar Priyo Budi Santoso juga telah menyampaikan pemikiran dari revitalisasi PT Arun itu ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Presiden menyambut baik gagasan revitalisasi PT Arun, kemudian didukung oleh Kementerian BUMN, ESDM dan BP Migas," kata Marzuki Daud. | AT | Antara |

0 komentar:
Posting Komentar