
Acehtraffic.com - Dari hasil Pilkada Aceh menunjukkan hampir semua daerah dimenangi oleh kandidat dari Partai Aceh (PA) baik itu ditingkat kabupaten maupun kota, dan hanya beberapa daerah saja yang tidak dimenangi oleh calon dari Partai Aceh. Untuk calon gubernur/wakil Gubernur yaitu Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf berdasarkan hasil hitungan cepat [quic qount] mereka memperoleh suara diatas lima puluh persen, sebuah kemenangan yang sangat fantastis.
Akan tetapi kemangan tersebut sedikit memiliki suasana yang tidak baik dimana banyak pihak yang mengklaim bahwa pilkada Aceh diwarnai oleh aksi kecurangan seperti halnya intimidasi serta menakut-nakuti saksi dari calon independen dengan dicatatnya nama mereka oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) yang katanya untuk diserahkan kepada panglima wilayah seperti yang terjadi di Blang Reuling kecamatan sawang Aceh Utara [The Acehtraffic.com, 10 April 2012]. Dan banyak lagi kasus lain yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
Dari amatan penulis, walaupun mereka tidak melakukan intimidasi, peluang mereka untuk menang juga besar, dimana mereka memiliki mesin politik yang sangat bagus struktur kepengurusan mereka sampai kepada tingkat kampung, selain itu mereka juga memiliki kader yang militan dan siap melakukan apa saja untuk memenangkan Partai Aceh.
Dan perkara-perkara seperti ini tidak dimiliki oleh kandidat-kandidat yang lain dimana kandidat yang lain membentuk tim pemenangan secara instan dan bukanlah sebuah tim yang terorganisir dengan baik. Anggota Partai Aceh memiliki ikatan emosional yang kuat antara pimpinan dan bawahan, kebanyakan anggota mereka rela melakukan apa saja walaupun tidak di upah.
Kedewasaan Berpolitik
Kita sangat berharap lambat laun kader-kader Partai Aceh harus lebih dewasa dalam memainkan peranan politiknya dalam setiap kompetisi yang ada, penulis yakin semua kita masyarakat Aceh tidak menginginkan kita hidup dalam keterkekangan politik, setiap warga negara bebas menentukan pilihan politiknya tanpa dikekang oleh pihak manapaun. Mungkin banyak alasan kenapa kondisi-kondisi radikalisme masih terjadi di Aceh, salah satunya Aceh masih dalam masa transisi, semangat perang masih terbawa dalam kehidupan bermasyarakat.
Dan apa bila kejadian-kejadian seperti ini terus berlaku tanpa dibatasi oleh waktu, maka pada akhirnya rakyat yang tertindas akan membuat perlawanan dan ini akan merugikan Partai Aceh itu sendiri.
Ini adalah tugas besar dari elit Partai Aceh agar memberikan pemahaman-pemahaman yang benar kepada setiap kadernya supaya mereka bisa menjadi manusia-manusia yang baik dalam pandangan masyarakat, karena baik buruknya sebuah organisasi sangat tergantung kepada pemimpinnya, tidak mungkin akan lahir kader-kader yang baik dari organisasi yang pemimpinnya tidak baik. Sangat disayangkan jika nantinya organisasi sehebat dan sebesar Partai Aceh harus hilang dan dimusuhi oleh masyarakat karena ulah kader-kader yang tidak bermoral.
Kompetisi Telah Usai
Semua tahapan pilkada telah usai hanya tingal menunggu keputusan KIP saja, akan tetapi pada intinya sedikit banyaknya kita telah tau siapa yang akan jadi pemenangnya, keputusan KIP adalah formalitas hukum saja, dengan berakhirnya kompetisi ini kita berharap semua kandidat harus bersatu dalam membangun Aceh yang lebih baik, sebuah terobosan yang baik dari calon gubernur terpilih (Zaini Abdullah) yang katanya akan merangkul kandidat yang kalah untuk duduk bersama meminta masukan-masukan positif untuk sama-sama membangun Aceh. Kita berharap ini bukan hanya retorika politik saja, akan tetapi benar-benar harus dilakukan, kemudian program-program yang baik dari pemimpin sebelumnya harus tetap dilanjutkan.
Rakyat Aceh menumpukan harapannya kepada pundak Gubernur/wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota terpilih, untuk memperjuangkan hak-haknya serta membawa rakyat kepada kemakmuran dan kesejahteraan. Oleh karenanya jangan kecewakan rakyat Aceh. Rakyat telah sering kecewa disebabkan elit-elit yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya saja.
Yang terakhir, semoga pemimpin terpilih bisa menjalankan amanah rakyat dengan baik, dan janji-janji yang disampaikan semasa kampanye wajib untuk dilaksanakan, kita semua berharap agar Aceh terus aman serta terwujudnya Aceh yang makmur dan sejahtera. Wallahu`alam bissawab.
Penulis adalah Eka Januar, Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Sains Politik, Universiti Kebangsaan Malaysia [UKM]

0 komentar:
Posting Komentar