Acara tersebut dilaksanakan di Café Ariski Kupi pada pukul 10:00 Wib, dalam acara tersebut, selain dihari oleh kalangan LSM, juga dihadiri oleh Mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.
Syifa, salah seorang peserta diskusi mengatakan, pada saat pencblosan terjadi [9 April 2012 – red], di Kampungnya banyak sekali orang yang mencoblos ganda bahkan ada yang diutuskan orang dari kampung lain untuk men coblos di kampungnya.
“Pada saat pencoblosan kemarin, dikampung saya banyak sekali yang memilih ganda, bahkan ada orang dari kampung lain yang diutuskan untuk mencoblos di kampung saya”. Ujar Syifa.
Hal berbeda diungkapkan oleh Nasrul, Ketua HMI Kota Lhokseumawe, menurut pengakuannya bahwa, ada temannya di salah satu daerah, ketika temannya membuka surat suara karena ingin mencoblos, ternyata surat suara itu sudah tercoblos duluan sehingga temannya ini tidak jadi mencoblos.
Sementara itu Panwaslu Kota Lhokseumawe Rizwan Haji Ali mengatakan bahwasannya hal-hal yang terjadi selama Pemilukada ini merupakan itu karakter Pemilu di Aceh.
Maka menurutnya masyarakat pun tidak boleh cengeng dalam menghadapi fenomena tersebut, seolah-olah tidak ada yang baik dalam Pemilukada ini.
“Hal-hal yang selama ini terjadi adalah karakter Pemilu di Aceh, maka kita pun tidak boleh cengeng dalam menghadapi ini, seolah-olah tidak ada yang baik dalam Pemilu ini”. Ujar Rizwan Haji Ali, Ketua Panwaslu Kota Lhokseumawe.
“Kalau kita sepakat ada pelangaran dalam Pemilu, maka pemantau pun harus lebih ideal, jangan memantau karena ada program saja”. Tegas Rizwan.| AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar