Subussalam | Acehtraffic.com- Menjelang pilkada sepertinya gangter-gangter semakin bebas menghayak dan menghajar siapa saja yang akan mengganggu kaplingnya atau menghambat dan dianggap jalan menuju singgasana King Gengter.
Seperti diberitakan Serambi Indonesia, di Kota Subussalam Ketua Timses Darni-Ahmad Fauzi di teror sementara Ketua Timses Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan dianiaya.
Korban Ishak Munthe alias Gadis (35) mengatakan insiden penganiayaan dirinya terjadi pada, Minggu 4 Maret 2012 sekitar pukul 16.30 WIB, di sebuah warung kopi antara Jalan Malikussaleh, Gang Klinik Mutia Media, sekitar Kantor Dinas Kesehatan Kota Subulussalam.
Korban Ishak Munthe alias Gadis (35) mengatakan insiden penganiayaan dirinya terjadi pada, Minggu 4 Maret 2012 sekitar pukul 16.30 WIB, di sebuah warung kopi antara Jalan Malikussaleh, Gang Klinik Mutia Media, sekitar Kantor Dinas Kesehatan Kota Subulussalam.
Korban yang juga mantan kombatan GAM menduga aksi kekerasan ini terkait dengan perannya sebagai tim sukses pasangan kandidat gubernur/wakil gubernur Aceh Irwandi-Muhyan. Apalagi, pada malam sebelum pemukulan dirinya, baliho Irwandi-Muhyan yang berada di depan rumahnya dibakar orang yang belum teridentifikasi.
Selain itu, pelaku pemukulan atau kita sebut Gangter juga sempat bertanya tentang peran dirinya dalam timses Irwandi. Keyakinan semakin kuat karena tidak jauh dari lokasi terdapat sebuah mobil bergambar pasangan salah satu kandidat gubernur/wakil gubernur.
Gangter menghajar di kepala bagian muka dan belakangnya. Meski di lokasi kejadian ada sejumlah orang, namun pelaku pemukulan hanya dua orang. Ia mengaku tidak mampu melawan karena hanya seorang diri.
Selain itu, pelaku pemukulan atau kita sebut Gangter juga sempat bertanya tentang peran dirinya dalam timses Irwandi. Keyakinan semakin kuat karena tidak jauh dari lokasi terdapat sebuah mobil bergambar pasangan salah satu kandidat gubernur/wakil gubernur.
Gangter menghajar di kepala bagian muka dan belakangnya. Meski di lokasi kejadian ada sejumlah orang, namun pelaku pemukulan hanya dua orang. Ia mengaku tidak mampu melawan karena hanya seorang diri.
Setelah kejadian, Gadis langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Simpang Kiri dan melakukan visum ke Puskesmas setempat. “Sudah saya laporkan ke polisi, masalah ini juga saya laporkan kepada ketua (Timses Irwandi-Muhyan) di Provinsi,” Ujar Gadis. | AT | BM | Serambi

0 komentar:
Posting Komentar