Lhokseumawe | Acehtraffic.com -
Akibat dianiaya oleh salah seorang pria
penjaga SMK Beuringin Desa Uteunkot Kecamatan Muara Dua yang bernama Zulkifli [48], seorang Guru sekolah setempat
Maghfirah, melaporkan kasus tersebut ke Polres Lhokseumawe untuk diproses
sesuai hukum yang berlaku. Rabu, 7
Maret 2012
Maghfirah yang ditemui reporter
The Aceh Traffic Senin 5 Maret 2012 diruang SPK Polres Lhokseumawe mengungkapkan bahwasannya dirinya tidak mengerti akar
persoalan, seorang penjaga yang
bernama Zulkifli
secara tiba-tiba langsung bertindak arogansi dan
menampar wajahnya sebanyak dua kali ditempat terbuka.
Pasca kejadian itu, sebut Maghfirah, dirinya melakukan pengaduan kasus
penganiayaan itu kepada Kepala SMK Beuringin pasca dirinya
telah mendapat izin dari Kepala SMK Beuringin Nurdin, s.pd.
Meski demikian ia mengakui pelaku sering bertindak
arogansi terhadap guru lain, Kepala
Sekolah setempat tidak
mampu menyelesaikan masalah ini dan meminta
Maghfirah untuk melaporkan hal itu ke polisi.
“Karena telah mendapat izin dan diminta Kepala Sekolah, maka saya membuat laporan kasus penganiayaan ini ke
polisi. karena Kepala
Sekolah tidak mampu untuk menyelesaikan kasus
ini, apalagi
Zulkifli (Pelaku) merupakan tipe orang yang
sangat cepat emosi,” Ujar Maghfirah.
Maghfirah yang masih berstatus sebagai guru honor itu tidak menerima pengaianyaan yang dilakukan Zulkifli terhadap dirinya, karena pemicu persoalan bukan karena ada dasar masalah
tapi hanya karena salah paham.
Dalam surat laporan resmi yang bernomor : LP /
111 / III / 2012 / NAD, Maghfirah menjelaskan kepada petugas
kronologis kejadian terjadi pada pukul 08.40 Wib Senin 5 Maret 2012 ketika itu
Maghfirah memasuki sekolah dan menuju ruang
kantin. Saat itu, Zulkifli datang menghampiri Maghfirah sambil mengatakan,
“Kata pak sekolah hati-hati jangan main dukun,”.
Mendengar perkataan itu Maghfirah pun menjawab,”Mungkin bapak yang seperti
itu,”. Sehingga aksi saling sahut dan menjawab
pun terjadi yang kemudian dengan aksi Zulkifli menampar Maghfirah dengan kedua
tangannya.
Meski sudah dicoba menghubungi melalui telpon selulernya, namun Kepala SMK
Beuringin Nurdin tidak bisa dikonfirmasi
olrh reporter The Aceh Traffic untuk dimintai keterangan lanjutan.
Terkait dengan kejadian itu, Kepala
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga [Diskdikpora] Kota Lhokseumawe Saifuddin kepada Waspada mengaku enggan menjawab
persoalan tersebut.
Saifuddin yang baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan itu mengatakan dirinya sedang berada
di Kota Medan, sehingga tidak mungkin
untuk menjawab semua persoalan karena
selalu sibuk. “Janganlah semuanya itu tanya sama saya. Cobalah sekali-kali tanyakan sama anak buah
saya, karena saya atasan sehingga punya bawahan. Kenapa harus saya yang selalu disusahkan dengan masalah. Saya sedang di
Medan dan selalu sibuk,” ujar Saifuddin.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso dan Kasat Reskrim AKP Galih Indra
Giri pun tidak bisa dikonfrimasi oleh reporter The Aceh Traffic meski sudah berulang kali dihubungi telpon selulernya.| AT | M. Agam K |


0 komentar:
Posting Komentar