Jakarta | Acehtraffic.com - Adik Muhammad Nazaruddin, Mujahidin Nur Hasyim mengaku menjadi owner PT Permai Grup bersama Anas Urbaningrum. Jabatan itu diperoleh setelah ditunjuk oleh Anas.
"Waktu itu tidak ada surat pengangkatan, karena konsorsium Pak Anas bilang owner-nya saya sendiri dan Pak Hasyim," ujar Hasyim saat bersaksi untuk Nazaruddin di Pengadilaan Tipikor Jakarta, Rabu 7 Maret 2012.
Dari jabatannya itu, Hasyim mengaku mendapat gaji sebesar Rp40 juta yang dibayarkan oleh Yulianis. Jumlah itu lebih sedikit dari yang diterima oleh Anas. "Pak Anas juga mendapat gaji. Gaji Pak Anas Rp60 juta sekian," ujar Hasyim yang merupakan saksi meringankan untuk Nazaruddin itu.
Namun, keterangan Hasyim itu berbeda dengan yang pernah disampaikan mantanh anak buah Nazaruddin di Grup Permai, Yulianis. Dalam persidangan, Yulianis mengatatakan gaji Anas di perusahaan konsorsium itu hanya sebesar Rp20 juta.
Saat bersaksi, Yulianis juga mengatakan kebiasaan Anas yang datang tiap Jumat ke kantor Permai Group sekaligus mengajak Nazaruddin untuk salat Jumat.
"Waktu itu tidak ada surat pengangkatan, karena konsorsium Pak Anas bilang owner-nya saya sendiri dan Pak Hasyim," ujar Hasyim saat bersaksi untuk Nazaruddin di Pengadilaan Tipikor Jakarta, Rabu 7 Maret 2012.
Dari jabatannya itu, Hasyim mengaku mendapat gaji sebesar Rp40 juta yang dibayarkan oleh Yulianis. Jumlah itu lebih sedikit dari yang diterima oleh Anas. "Pak Anas juga mendapat gaji. Gaji Pak Anas Rp60 juta sekian," ujar Hasyim yang merupakan saksi meringankan untuk Nazaruddin itu.
Namun, keterangan Hasyim itu berbeda dengan yang pernah disampaikan mantanh anak buah Nazaruddin di Grup Permai, Yulianis. Dalam persidangan, Yulianis mengatatakan gaji Anas di perusahaan konsorsium itu hanya sebesar Rp20 juta.
Saat bersaksi, Yulianis juga mengatakan kebiasaan Anas yang datang tiap Jumat ke kantor Permai Group sekaligus mengajak Nazaruddin untuk salat Jumat.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan
ada pihak lain di belakang semua tudingan-tudingan yang menyerang
dirinya dalam persidangan.
"Itu kebohongan yang diorkestrasi. Saya tahu yang dinyatakan sudah disiapkan. Kebohongan itu sengaja menyerang dan menyudutkan saya," kata Anas di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.
Siapa komposer di balik tudingan itu? "Saya tidak perlu sebutkan. Anda pasti tahu," ujarnya.| AT | VV |
"Itu kebohongan yang diorkestrasi. Saya tahu yang dinyatakan sudah disiapkan. Kebohongan itu sengaja menyerang dan menyudutkan saya," kata Anas di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.
Siapa komposer di balik tudingan itu? "Saya tidak perlu sebutkan. Anda pasti tahu," ujarnya.| AT | VV |


0 komentar:
Posting Komentar