Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah [BPBD], Drs.
Iskandar majid mengatakan di Aceh Utara terdapat 14 Kecamatan yang rawan banjir.
Sabtu, 10 Maret 2012.
Menurut Iskandar, daerah
yang paling rawan banjir adalah di Kecamatan Langkahan, Matangkuli, Pirak Timu
dan Samudera namun ada juga daerah yang diprediksikan akan terjadinya banjir
apabila tidak ditanggapi dengan serius, adalah di Simpang Kramat dan Paya Bakong.
“Di Aceh Utara terdapat 14
Kecamatan yang rawan banjir, daerah yang paling rawan adalah di Kecamatan Langkahan,
Matangkuli, Pirak Timu dan Samudera”. Ujar Drs. Iskandar Majid.
Ia juga mengakui bahwasannya
saat ini masalah penanganan banjir belum menyeluruh, karena dalam dua tahun ini
lebih banyak untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan.
Namun saat ini BPBD Aceh Utara juga telah
membentuk piket selama 24 jam, maka apabila ada laporan adanya banjir maka
petugas piket tersebut langsung turun ke lokasi.
“Kita juga mengakui mengenai
masalah penanganan banjir masih belum menyeluruh karena selama dua tahun lebih
difokuskan untuk meningkatkan kapasitas lembaga, namun kita juga telah
membentuk piket selama 24 jam apabila ada laporan terjadi banjir petugas
langsung turun ke lokasi”. Terang Iskandar.
Penyebab sering terjadinya
banjir di Aceh Utara, sambung Iskandar, itu karena banyak hutan yang sudah
ditebang untuk membuka lahan baru yang dijadikan sebagai perkebunan dan juga dikarenakan
pengambilan batu gajah yang dapat merusak lingkungan.
Dalam waktu dekat ini, BPBD
Aceh Utara akan membentuk Desa siaga di daerah Kecamatan yang rawan banjir, nantinya
setiap masyarakat akan di didik untuk siaga terhadap bencana alam.
“Dalam waktu dekat ini kami
akan segera membentuk desa siaga di daerah-daerah Kecamatan yang rawan banjir,
tujuannya adalah untuk mendidik masyarakat agar siaga terhadap bencana:. Tambah
Drs. Iskandar Majid.| AT | M. Agam K |


0 komentar:
Posting Komentar