
Penganiayaan diawali dengan
perang mulut antara kedua belah pihak dan berakhir dengan penganiayaan. Wajah cantik
istri muda ini disiram dengan air cabai lalu dengan bantuan kedua temannya
istri pertama ini mengeroyok dan menghantam bibir madu suaminya dengan batu. Darahpun
memenuhi wajah istri kedua ini. Lalu ibu-ibu yang sedang kalap ini berupaya
untuk menelanjangi istri kedua dari suaminya dan menceburkannya kedalam parit.
Namun beruntung, belum sempat dilepaskan
seluruh pakaiannya beberapa warga yang sempat melihat penganiayaan ini langsung
melerai dan menghentikan perbuatan hukum rimba tersebut. Melihat wajah dan baju
istri muda ini berlumuran darah beberapa warga langsung melarikan korban
kerumah sakit terdekat, rumah sakit kasih ibu untuk mendapatkan perawatan. Sementara
ketiga pelaku dengan sebuah sepeda motor langsung kabur.
“kalau kami tidak datang saya rasa korban akan mati dan ditinggalkan begitu saja di got. Karena pada saat itu pelaku sangat kalap seperti orang kesetanan, mereka bertiga menyiram istri kedua dari suami ibu itu dengan air cabai dan bibirnya remuk dihantam dengan batu dan sempat membuka celana korban sehingga aurat kewanitaannya terlihat,” kata Salah seorang warga yang menyelamatkan korban.
“kalau kami tidak datang saya rasa korban akan mati dan ditinggalkan begitu saja di got. Karena pada saat itu pelaku sangat kalap seperti orang kesetanan, mereka bertiga menyiram istri kedua dari suami ibu itu dengan air cabai dan bibirnya remuk dihantam dengan batu dan sempat membuka celana korban sehingga aurat kewanitaannya terlihat,” kata Salah seorang warga yang menyelamatkan korban.
Ketika reporter acehtraffic
menemui korban dirumah sakit guna mewawancarai korban dan suami korban,
kedua-duanya menolak untuk diwawancarai. “ini urusan keluarga,” ujar suaminya. Reporter
kami juga dilarang mengambil foto istri mudanya dengan meminta tolong agar
jangan diekspos ke media. | AT | HR |

0 komentar:
Posting Komentar