Lumajang | Acehtraffic.com - Lima
dusun masuk zona bahaya terkena terjangan material vulkanik Gunung Semeru. Kelima
dusun itu yakni Rowo Baung, Supit,Urip, Kamar, dan Umbulandi,Kabupaten
Lumajang.
Bahkan tercatat Dusun Rowo Baung
dan Dusun Supit di Kecamatan Pronojiwo hanya berjarak 9 km dari puncak Gunung
Semeru. Jumlah penduduk di zona bahaya tersebut sekitar 16.000 jiwa. Gunung
Semeru yang sudah berstatus Siaga sejak Jum’at, 3 Februari 2012 lalu membuat
warga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] ekstra waspada. Apalagi
belakangan curah hujan cukup tinggi.
Untuk mengamankan penduduk di
zona bahaya ini, BPBD telah bersiap melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu
diperlukan. ”Kami sudah melakukan koordinasi dan membuat rencana kontijensi
apabila terjadi bencana erupsi.Salah satunya menentukan titik kumpul dan jalur
evakuasi untuk masyarakat di lereng Semeru,” kata Kepala BPBD Lumajang
Rochani,kemarin.
Salah satu titik kumpul
masyarakat adalah balai dusun dan desa terdekat.Di titik-titik kumpul ini akan
disediakan kendaraan evakuasi.Sehingga, apabila kondisi di titik kumpul sangat
rawan, langsung bisa dilakukan proses evakuasi dengan cepat. Kendaraan evakuasi
yang disediakan milik Pemkab Lumajang. Selain itu, evakuasi juga didukung kendaraan
milik warga.
” Kami sudah elakukan pendataan
untuk kendaraan evakuasi. Sehingga,ketika dibutuhkan sewaktu-waktu,bisa
langsung dikoordinasikan dengan cepat,” terangnya. BPBD juga sudah memasang
rambu-rambu evakuasi di sejumlah titik rawan bencana yang merupakan jalur
penyelamatan warga setempat. Rochani menjelaskan, kondisi Gunung Semeru saat
ini masih sama dengan hari pertama dinaikkan statusnya.Lava pijar masih
terlihat meluncur dari kawah.
Guguran lava pijar tercatat
terjadi sebanyak dua kali. Jarak luncurannya 500 meter dari bibir
kawah.Sementara, untuk gempa hembusan terjadi sebanyak 57 kali. Humas Balai
Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru [TNBTS] Nova Elina menyebutkan,
pihaknya terus berkoordinasi dengan pos pantau di Gunung Sawur. ”Jalur
pendakian sendiri sudah kami tutup sejak 5 Januari lalu,”terangnya.
Dalam beberapa hari terakhir,
diakuinya masih banyak calon pendaki yang berencana untuk melakukan
pendakian.Tingkat pendakian di Gunung Semeru sangat tinggi. Selama 2011 saja,
tercatat ada sebanyak 5.839 pendaki. Sebanyak 5.443 pendaki dari dalam negeri
dan 396 dari luar negeri.
Berdasarkan catatan Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi [PVMBG], Gunung Semeru meletus pertama
kali pada 8 November 1818.Terakhir, Gunung Semeru meletus pada Februari 1994. Pada
2 Februari 1994, terjadi 9 kali letusan asap putih tebal dengan ketinggian 500
meter dan 34 kali guguran lava ke Besuk Kembar. | Sindo |


0 komentar:
Posting Komentar