
Jakarta | Acehtraffic.com - Mabes Polri mengklaim pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku penembakan misterius yang merebak di Aceh. Namun, Kabareskrim Komjen Pol Sutarman belum dapat mengungkapnya ke hadapan publik.
"Sudah, sudah (terindentifkasi)," kata Sutarman di sela-sela Diskusi Hukum PDI Perjuangan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat 10 Februari 2012.
Ia meminta masyarakat menyerahkan pengungkapan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. Pihaknya pun terus memonitor para pelaku. "Saya tidak bisa menyebutkan satu-persatu pelaku-pelakunya, kalau saya sebut satu-satu, akan mengganggu proses penyelidikan," katanya.
Sebelunya, Imparsial menyatakan hasil kerja Densus 88 di Aceh belum efektif mengungkap pelaku penembakan misterius yang terjadi di wilayah tersebut. Hal itu terbukti dengan belum adanya satupun kasus kekerasan bersenjata ataupun kasus pemotongan tiang listrik tegangan tinggi yang terkuak, bahkan kasus penembakan masih tetap terjadi.
Menurut Direktur Program Imparsial Al-Araf, peristiwa penembakan yang kembali terjadi di Aceh serta peningkatan pengawalan terhadap Gubernur Irwandi menunjukan bahwa tingkat ketegangan menjelang Pilkada pada 9 April 2012 semakin tinggi.
Sementara itu menurut pantauan Acehtraffic.com dilapangan menjelaskan bahwa dalam upaya mengungkap pelaku penembakan di Aceh polisi sampai hari ini baru mengindentifikasi pelaku penembakan gudang BBM subkontraktor Zaratex NV yaitu Wila dan Mukhlis yang sedang diburu di pedalaman kecamatan Sawang Aceh Utara.
Hingga Rabu 8 Februari 2012 tim Polres Lhokseumawe yang dibantu oleh Densus 88 masih menyisir dusun Alue Seuke Gampong Teupin Reusep kecamatan Sawang Aceh Utara. Seperti diberitakan sebelumnya dalam beberapa aksi yang dilakukan oleh polisi dikawasan itu sempat membuat warga trauma akibat aksi main tangkap untuk dimintai keterangan seperti yang dialami Abdullah Bin Ismail [21] pertengahan bulan yang lalu [16 Januari 2012]. | AT | YD | TN |
Baca Juga:

0 komentar:
Posting Komentar