
Canberra | Acehtraffic.com - Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengatakan, badan 57 negara anggota ini menentang setiap intervensi militer di Suriah di tengah kerusuhan yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
"Apa yang benar-benar perlu kita lakukan adalah mengecualikan intervensi militer dari pihak kami," kata Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu dalam pidato di National Press Club of Australia di Canberra pada Rabu (15/2).
Mengacu pada kampanye militer asing di Libya, Afghanistan, Irak dan Somalia, Ihsanoglu mencatat bahwa intervensi militer asing hanya akan merugikan rakyat Suriah. "Intervensi militer tidak membawa kebaikan bagi rakyat di negara-negara itu dan kawasan tersebut serta dunia pada umumnya," tegasnya.
Ihsanoglu membuat pernyataan menjelang pertemuan OKI dan Liga Arab di Tunisia pada 24 Februari untuk membahas konflik di Suriah.
Banyak negara, termasuk Rusia dan Cina percaya bahwa Amerika Serikat dan negara Barat lainnya berusaha untuk meniru kampanye militer ala Libya di Suriah.
Awal bulan ini, Cina dan Rusia memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur. Kedua kekuatan itu telah berulang kali menekankan bahwa masalah Suriah harus diselesaikan melalui saluran diplomatik. (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar