Tasikmalaya | acehtraffic.com - Air
danau yang berada di puncak Gunung Galunggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat,
setelah ditetapkannya status gunung menjadi Waspada sejak 12 Februari 2012,
dinilai berbahaya apabila dikonsumsi manusia.
"Masyarakat yang memakai air
di sana [danau] untuk sehari hari, lebih baik jangan dulu dipakai untuk
saat-saat ini," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian pada Kantor
Lingkungan Hidup, Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Jamarudin, kepada wartawan, Rabu,
15 Februari 2012.
Berdasarkan hasil penelitian
sementara terhadap air danau Gunung Galunggung tersebut, kata Jajang, ditemukan
kandungan zat kimia yang berbahaya sehingga mengganggu kesehatan manusia. Hasil
kajian petugas, katanya, air yang berada di kawah Gunung Galunggung telah
terjadi proses perubahan warna dari bening kebiruan menjadi kuning kecoktalan.
"Dalam air danau menunjukan
PHnya itu PH 8, kalau yang normal itu PH air 7," katanya.
Dampak bagi manusia yang
mengkonsumsi air danau Galunggung, kata Jajang, akan menimbulkan inpeksi pada
saluran pembuangan air kencing, karena dalam air tersebut mengandung logam,
kapur atau kandungan jenis zat kimia lainnya.
Jenis kandungan apa saja dalam
air tersebut, Jajang belum dapat menjelaskannya secara rinci karena perlu
adanya uji laboratorium di Bandung untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. "Kami
mengimbau kepada masyarakat jangan dulu menggunakan air sebelum ada keputusan
dari hasil lab," katanya.
Sementara itu mata air yang
keluar mengalir dari Gunung Galunggung, kata Jajang, berdasarkan kajian petugas
Lingkungan Hidup dalam kondisi normal dan aman dikonsumsi masyarakat. Ia
menjelaskan air resapan atau mata air sekitar gunung masih terlihat bening
tidak terkontaminasi oleh air danau di puncak Gunung Galunggung.
"Kalau selain di danau,
seperti mata air itu masih boleh-boleh saja, tidak terganggu, karena masih
bening," katanya. | AT | AN |


0 komentar:
Posting Komentar