News Update :

Lonceng Kematian Hegemoni Barat Sudah Dbunyikan

Kamis, 16 Februari 2012



Acehtraffic.com - Selama lebih dari tiga dekade, hingar-bingar pujian terhadap globalisasi dan perdagangan bebas masih terus berkumandang, meski kini mulai mereda. Globalisasi disebut-sebut memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia.

Tampaknya, wacana politik dan ekonomi seperti sulit dipisahkan dari isu tersebut. Namun kini kritikan terhadap globalisasi semakin mengalir deras setelah negara-negara pengusungnya mulai limbung dihantam krisis ekonomi yang semakin akut.

Krisis ekonomi di AS dan zona euro, perang ekonomi Cina dan AS, serta upaya Washington memanfaatkan hegemoninya untuk menguasai dunia di bidang ekonomi politik serta budaya ternyata menghasilkan buah getir, bahkan bagi para pengusungnya sendiri.

Setelah globalisasi berhasil memperlakukan negara miskin dan sedang berkembang sebagai sapi perahan, kini negara-negara penghisap itu mulai kelimpungan dengan game yang dibuatnya sendiri.

Berbagai program dari lembaga-lembaga internasional seperti IMF, WTO dan Bank dunia menjadi alat ampuh dari kapitalisme Barat untuk menguasai dunia.

Globalisasi sebagai mesin Kapitalisme selama bertahun-tahun menyebabkan negara-negara miskin terpuruk akibat suatu bentuk pertandingan tak seimbang antara pemodal raksasa dengan buruh gurem. Rakyat kecil tak berdaya di negara-negara miskin menjadi semakin terpuruk dan merana.

Kini, sistem tersebut menjadi bumerang bagi Barat sendiri. Negara-negara adidaya dunia semacam AS dan Eropa dewasa ini dilanda krisis ekonomi akibat penerapan sistem Kapitalisme yang bertumpu pada keserakahan.

Di tengah eskalasi ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Obama, AS sebagai adidaya dunia kian hari semakin terancam dengan munculnya kekuatan ekonomi baru di Asia seperti Cina. Di saat utang negara AS kian membengkak, Negara Paman Sam itu terus digerogoti oleh keserakahan para politisi dan ekonom kakapnya.

Di saat AS semakin terpuruk, langkah Uni Eropa mengamini kebijakan Washington menekan negara lain harus ditebus dengan kondisi getir bagi negara-negara zona euro sendiri. Embargo anti-Iran yang dilancarkan Uni Eropa menyeret negara-negara di Blok Eropa itu ke dalam kubangan krisis yang semakin akut.

Sejatinya, kini saatnya dunia menata kembali hubungan antarnegara berdasarkan prinsip baru, tanpa hegemoni, kemitraan dan saling menghargai. Kebijakan haus perang yang dilancarkan Bush dalam perang di Irak dan Afghanistan bagi AS sendiri tidak membuahkan hasil apapun, kecuali raibnya milyaran dolar yang dikeruk dari saku para pembayar pajak. 

Sudah saatnya para pengambil kebijakan di negara-negara maju melihat negara lain sebagai mitra, bukan sapi perahan apalagi lawan yang harus dimusuhi. Inilah era berakhirnya hegemoni. Lonceng kematiannya telah dibunyikan di AS dan Uni Eropa.(*) | IRIB
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016