
Kabul | Acehtraffic.com - Presiden Hamid Karzai Afghanistan, Minggu 26 Februari 2012, menyerukan agar warga meredam kemarahannya terkait pembakaran Alquran di sebuah pangkalan AS dan menghentikan gelombang protes yang telah menyebabkan kematian empat tentara Amerika.
Karzai menambahknan, ia telah menerima laporan terkait identitas pria bersenjata yang menembak dua warga Amerika Serikat di dalam Departemen Dalam Negeri Afghanistan sehari sebelumnya.
Pria bersenjata itu teridentifikasi adalah Abdul Saboor, seorang perwira intelijen junior yang pernah bersekolah di sebuah sekolah agama di Pakistan. Abdul yang kini masih bebas, adalah karyawan di kementerian intelijen.
"Kami percaya penembakan itu 100% terkait dengan pembakaran Alquran karena latar belakang agama perwira junior ini. Ia menghabiskan dua bulan di sebuah madrasah Pakistan," kata seorang pejabat kementerian intelijen tanpa menyebut namanya.
Hingga kini setidaknya 29 orang tewas dan hampir 200 cedera dalam aksi protes pembakaran kitab suci umat Islam itu.
Karzai menyerukan agar warga Afghanistan mencoba untuk tenang. Jika tidak, ia menambahkan, maka perdamaian dan stabilitas negara akan terancam dengan masuknya pihak yang mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
Dia menyerukan agar Amerika Serikat mengadili mereka yang bertanggung jawab atas pembakaran Alquran. "Kami telah meminta pengusutan hukum dan penyelidikan," katanya.
Protes dimulai pekan lalu setelah muncul laporan bahwa pasukan NATO membakar Alquran di lapangan terbang Bagram. Kitab-kitab itu dibuang dari perpustakaan pusat tahanan karena dianggap merupakan prasasti dan sarana komunikasi kaum ekstrimis. | AT | SM |

0 komentar:
Posting Komentar