
Banda Aceh | Acehtraffic.com – Mahasiswa Peduli Rakyat [MPR Aceh] Menanggapi kasus penembakan yang terjadi di Gampoeng Meureu, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar Sabtu 25 Februari 2012 yang menjadi korban sipil tak berdosa bernama Muhammad Ikhsan membuktikan bahwa pihak keamanan sangat arogan.
Fakhrurrazi mengatakan kasus penembakan yang menimpa seorang warga Aceh Besar ini mendapat perhatian khusus terutama di kalangan masyarakat, pemuda dan juga mahasiswa Aceh Besar, “semestinya kasus demi kasus diungkap oleh polisi, tapi nyatanya malah pihak keamanan yang membunuh warga sipil, apakah ini bentuk Melayani Masyarakat?”. Tulis Ketua MPR dalam rilisnya. Senin 27 februari 2012.
Lanjut dia, Perlakuan arogan polisi tersebut tidak hanya terjadi tadi malam, tetapi sudah sangat banyak terjadi sebelumnya, seperti masuk kampus dan melakukan membubarkan aksi mahasiswa Unimal Lhoksumawe dikampusnya sendiri serta melepaskan tembakan, salah tangkap, menangkap saksi tanpa surat dan menahannya melebihi 1x24 jam dalam aksi densus 88 mencari pelaku penembakan di Sawang Aceh Utara.
“katanya melayani, melindungi dan mengayomi, saran saya supaya polisi menganti semboyan menjadi polisi musuh masyarakat” Ungkap Fahrol. | AT | RI |

0 komentar:
Posting Komentar