Jakarta | Acehtraffic.com - Menteri
Perdagangan Gita Wirjawan, Selasa, 7 Februari 2012 mengatakan perlunya mengubah
pola konsumsi dan melakukan diversifikasi pangan untuk mengatasi berbagai
tantangan menuju ketahanan pangan. Dia menjelaskan, sejauh ini pemerintah
selalu berusaha menjaga ketahanan pangan nasional dengan menjamin ketersediaan
pasokan dan aksesibilitas pangan, serta stabilisasi harga dalam negeri.
"Namun dengan terus
bertambahnya jumlah penduduk dan pola konsumsi yang berlebihan, tanpa diiringi
peningkatan produksi pangan, maka ketahanan pangan nasional akan semakin sulit
untuk dicapai," lanjutnya.
Dalam mengubah pola konsumsi
masyarakat, Gita menekankan perlunya melakukan diversifikasi pangan.
"Mulailah kita mensubtitusi beras dengan singkong, ubi, dan bahan pangan
lainnya," ujarnya.
Akibat pola konsumsi yang
meningkat dan sulitnya menambah hasil produksi pangan, pemerintah masih harus
mengambil kebijakan impor kebutuhan dasar demi menjaga ketercukupan pasokan
pangan.
Pola konsumsi yang berlebihan ini
dapat dilihat dari jumlah konsumsi beras Indonesia yang dua kali lebih besar
dari negara tetangga. Pada 2011, produksi beras lokal Indonesia sebesar 65,4
juta ton, dan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah harus
melakukan impor beras sebanyak 2,75 juta ton. | AT | KS |


0 komentar:
Posting Komentar