News Update :

Aceh Nyoe Ka Awak Droeteuh Mat, Mualem: Program Pembangunannya Tidak Jelas

Minggu, 12 Februari 2012



Banda Aceh | acehtraffic.com - Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf menegaskan tidak akan ada lagi perang di Aceh, karena partai lokal terbesar di provinsi itu telah berkomitmen penuh mempertahankan  perdamaian yang sedang berjalan selama ini.

"Jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa Aceh akan kacau balau dan terjadi perang lagi itu adalah bohong," tegas mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada pidato politik di acara deklarasi 16 pasangan calon gubernur, bupati, wali kota dan para wakilnya di Banda Aceh, Minggu 12 Februari 2012.

Ditegaskannya, saat ini tugas utama dan agenda yang harus dijalankan Partai Aceh dan seluruh rakyat adalah mengisi perdamaian dan pembangunan agar tujuan utama untuk terciptanya kesejahteraan rakyat dapat dicapai.

"Partai Aceh komit atas perdamaian MoU Helsinki dan untuk itu sebagai partai politik yang dipercaya rakyat, pihaknya akan mengisi perdamaian dengan kerja-kerja nyata untuk mengisi perdamaian," tandasnya.

Pernyataan mantan panglima GAM yang merupakan pidato politiknya dihadapan puluhan ribu kader dan simpatisan Partai Aceh disambut histeria massa yang mengelu-elukan sosok dan figur kepemimpinannya. Dan tak jarang massa meneriakkan pekik "Hidup Muzakir Manaf, Hidup Partai Aceh" pada saat dirinya membacakan pidatonya.

Muzakir Manaf juga menegaskan sejak perundingan damai yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 dan terpilihnya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada 2007 berarti sudah lima tahun Aceh dipimpin oleh orang Aceh sendiri.

"Sudah lima tahun kita dipimpin oleh orang Aceh sendiri, namun fakta dan realitasnya sampai saat ini masih banyak rakyat Aceh yang belum sejahtera, ini bermakna bahwa pemerintah kemarin belum benar-benar bekerja dan berjalan dengan baik," ungkapnya.

Untuk itu, calon wakil gubernur pada pilkada 2012 itu mengatakan, ke depan pihaknya jika terpilih sebagai pemimpin akan lebih memperjelas sasaran pembangunan Aceh.

"Banyak uang Aceh yang tidak jelas pemanfaatannya, dikarenakan program-program pembangunan tidak jelas dan tidak tepat sasaran, untuk itu ke depan semua harus kita ubah dan dibenahi, agar dana Aceh dan sumber daya alam dapat benar-benar digunakan untuk kesejahteraan rakyat," tukasnya.

Sementara itu, sebelumnya Partai Aceh yang didukung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Forum Lintas Partai Politik Aceh (FLP2A) dihadapan puluhan ribu massa dan masyarakat Aceh membacakan deklarasi untuk mengusung pasangan calon Zaini Abdullah/Muzakir Manaf sebagai calon gubernur/wakil gubernur Aceh pada pilkada mendatang.

Sekjen Partai Aceh Yahya Muadz saat membacakan deklarasi menjelaskan, komitmen Partai Aceh dalam mengusung pasangan ini dikarenakan keyakinan pihaknya bahwa keduanya akan dapat membawa perubahan politik dan ekonomi Aceh menuju Aceh yang dicita-citakan.

"Aceh membutuhkan pemimpin yang berkarakter kuat, dan memiliki tanggungjawab dalam memajukan politik dan ekonomi rakyat, dan pada kedua figur ini dapat dipercaya akan mampu melaksanakan amanat yang diemban nantinya," ungkapnya.

Ketua DPW PAN Aceh Anwar Ahmad menambahkan dukungan pihaknya terhadap pasangan dari Partai Aceh  dikarenakan keyakinan partainya bahwa pasangan ini nantinya akan dapat menciptakan kesejahteraan rakyat Aceh.

"Insya Allah kemenangan pasangan ini akan menjadi tonggak baru menuju cita-cita dan kemuliaan Aceh dan juga penciptaan kesejahteraan rakyat," tuturnya. | AT | AN |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016