Jakarta | Acehtraffic.com--Menteri Dalam Negeri Gamawan
Fauzi menyatakan pemilihan kepala daerah di Daerah Istimewa Aceh tetap akan
dilaksanakan pada 16 Februari 2012. Pemerintah tak menginginkan pemilihan
Gubernur Aceh tertunda lagi.
"Ini sudah keempat kali ditunda. Jadi,
tetap 16 Februari,” kata Gamawan setelah mengikuti rapat koordinasi di kantor
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan kemarin. Rapat diikuti pula
oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
Gamawan mengatakan tanggal pemilihan dianggap
sudah pas. Proses pengumuman nomor calon telah dilakukan pada 30 Desember 2011,
dan diharapkan pada 14 Januari nanti sudah dimulai tender untuk kartu suara.
Soal gangguan keamanan menjelang pilkada, dia
menilai sudah bukan persoalan serius. Suasana Aceh sudah berangsur pulih dan
masih memungkinkan diadakan pemilu. Kepolisian Daerah Aceh juga tidak perlu
menambah personel.
Sebelumnya, pegiat hak asasi manusia di Aceh
menduga kekerasan dan teror bersenjata yang terjadi di Aceh terkait dengan
penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di provinsi tersebut. Menurut Direktur
Lembaga Bantuan Hukum Aceh Hospi Novizal, selama ini kisruh pilkada merupakan
salah satu faktor utama penyumbang aksi kekerasan bersenjata di Aceh.
Insiden kekerasan yang terjadi di Aceh beberapa
waktu terakhir memiliki pola yang sama, terutama jika dilihat dari korban
tindak kekerasan yang berasal dari etnis tertentu. Pelaku ingin menebar
ketakutan secara khusus kepada etnis tertentu sekaligus memicu bangkitnya
kebencian antaretnis.
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf
mengklaim peristiwa penembakan di Aceh tak ada kaitannya dengan situasi
politik. "Setelah kami teliti, kami simpulkan lebih terkait dengan ekonomi
dan lapangan kerja," kata Irwandi seusai rapat koordinasi di kantor
Menteri Koordinator Politik.
Kesimpulan mengenai motif itu, kata Irwandi,
dilihat dari adanya kecemburuan pribumi terhadap para pendatang. Orang asli
Aceh merasa cemburu karena banyak yang menganggur, sedangkan pemilik proyek
lebih memilih menggunakan tenaga pendatang yang rela dibayar lebih rendah atau
karena butuh keahlian khusus yang tidak dimiliki orang pribumi Aceh.
Sebelumnya, Irwan mencontohkan, pernah terjadi
pertentangan serupa dalam proyek jembatan di Aceh Timur yang menggunakan
kontraktor tenaga kerja dari Medan. Beberapa orang lalu mengusir pekerja asal
Medan itu pulang agar orang Aceh bisa bekerja.
Kepolisian Resor Aceh Utara mengaku kesulitan
mendeteksi pelaku penembakan misterius yang terjadi di Blok B Desa Seureukey,
Kecamatan Langkahan, karena kejadian tersebut terjadi sangat cepat. Meski
begitu, polisi tetap berusaha mengungkap kasus tersebut dan memberi rasa aman
untuk masyarakat.
Dia juga menambahkan, untuk memberikan rasa
nyaman kepada warga di sekitar lokasi kejadian, pihaknya telah menempatkan
personel polisi dan dibantu oleh TNI.
Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono berharap pilkada Aceh berlangsung aman dan lancar. Soal
peristiwa penembakan, Julian mengatakan masih diselidiki kepolisian.
"Sudah disampaikan kepada Pak Presiden oleh Kapolri. Nanti, kalau ada
kesimpulan, tentu akan kita dengar," ujar Julian. | Koran Tempo


0 komentar:
Posting Komentar