News Update :

Pilkada Aceh Tak Akan Ditunda

Kamis, 05 Januari 2012


Jakarta | Acehtraffic.com--Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan pemilihan kepala daerah di Daerah Istimewa Aceh tetap akan dilaksanakan pada 16 Februari 2012. Pemerintah tak menginginkan pemilihan Gubernur Aceh tertunda lagi.
"Ini sudah keempat kali ditunda. Jadi, tetap 16 Februari,” kata Gamawan setelah mengikuti rapat koordinasi di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan kemarin. Rapat diikuti pula oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
Gamawan mengatakan tanggal pemilihan dianggap sudah pas. Proses pengumuman nomor calon telah dilakukan pada 30 Desember 2011, dan diharapkan pada 14 Januari nanti sudah dimulai tender untuk kartu suara.
Soal gangguan keamanan menjelang pilkada, dia menilai sudah bukan persoalan serius. Suasana Aceh sudah berangsur pulih dan masih memungkinkan diadakan pemilu. Kepolisian Daerah Aceh juga tidak perlu menambah personel.
Sebelumnya, pegiat hak asasi manusia di Aceh menduga kekerasan dan teror bersenjata yang terjadi di Aceh terkait dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di provinsi tersebut. Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum Aceh Hospi Novizal, selama ini kisruh pilkada merupakan salah satu faktor utama penyumbang aksi kekerasan bersenjata di Aceh.
Insiden kekerasan yang terjadi di Aceh beberapa waktu terakhir memiliki pola yang sama, terutama jika dilihat dari korban tindak kekerasan yang berasal dari etnis tertentu. Pelaku ingin menebar ketakutan secara khusus kepada etnis tertentu sekaligus memicu bangkitnya kebencian antaretnis.
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf mengklaim peristiwa penembakan di Aceh tak ada kaitannya dengan situasi politik. "Setelah kami teliti, kami simpulkan lebih terkait dengan ekonomi dan lapangan kerja," kata Irwandi seusai rapat koordinasi di kantor Menteri Koordinator Politik.
Kesimpulan mengenai motif itu, kata Irwandi, dilihat dari adanya kecemburuan pribumi terhadap para pendatang. Orang asli Aceh merasa cemburu karena banyak yang menganggur, sedangkan pemilik proyek lebih memilih menggunakan tenaga pendatang yang rela dibayar lebih rendah atau karena butuh keahlian khusus yang tidak dimiliki orang pribumi Aceh.
Sebelumnya, Irwan mencontohkan, pernah terjadi pertentangan serupa dalam proyek jembatan di Aceh Timur yang menggunakan kontraktor tenaga kerja dari Medan. Beberapa orang lalu mengusir pekerja asal Medan itu pulang agar orang Aceh bisa bekerja.
Kepolisian Resor Aceh Utara mengaku kesulitan mendeteksi pelaku penembakan misterius yang terjadi di Blok B Desa Seureukey, Kecamatan Langkahan, karena kejadian tersebut terjadi sangat cepat. Meski begitu, polisi tetap berusaha mengungkap kasus tersebut dan memberi rasa aman untuk masyarakat.
Dia juga menambahkan, untuk memberikan rasa nyaman kepada warga di sekitar lokasi kejadian, pihaknya telah menempatkan personel polisi dan dibantu oleh TNI.
Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap pilkada Aceh berlangsung aman dan lancar. Soal peristiwa penembakan, Julian mengatakan masih diselidiki kepolisian. "Sudah disampaikan kepada Pak Presiden oleh Kapolri. Nanti, kalau ada kesimpulan, tentu akan kita dengar," ujar Julian. | Koran Tempo
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016