Bireuen | Acehtraffic.com — Sebanyak 47 pekerja pemasangan kabel optik milik
Telkomsel yang selamat dari aksi pemberondongan pria bersenjata, sejatinya akan
dipulangkan Rabu [4/1] petang. Namun pemulangan mereka ke kampung halaman di
Pulau Jawa ditunda dengan alasan keamanan dan transportasi.
Kepala Polisi Bireuen AKBP Yuri Karsono mengatakan, pemulangan ditunda karena hingga larut malam belum ada armada transportasi. Karena pertimbangan keamanan, pemulangan itu terpaksa ditunda hingga Kamis [5/1] pagi. Mereka akan dipulangkan melalui jalur darat hingga tiba di Jawa Timur.
Kepala Polisi Bireuen AKBP Yuri Karsono mengatakan, pemulangan ditunda karena hingga larut malam belum ada armada transportasi. Karena pertimbangan keamanan, pemulangan itu terpaksa ditunda hingga Kamis [5/1] pagi. Mereka akan dipulangkan melalui jalur darat hingga tiba di Jawa Timur.
“Kita tunda untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, karena telat larut
malam,” kata Kapolres Bireuen, Rabu [4/1].
Hingga ke Provinsi Sumatera Utara, mereka akan dikawal personel polisi
Bireuen. Selanjutnya Polres Bireuen akan berkoordinasi dengan polisi Sumatera
Utara.
Perusahaan yang mempekerjakan mereka akan menanggung semua biaya pemulangan
hingga sampai di kampung halaman mereka dj Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur.
Mereka terpaksa dipulangkan setelah aksi pemberondongan yang dilakukan seorang
pria bersenjata di mes mereka di Desa Blang Cot Tunong, Bireuen, Sabtu akhir
tahun lalu. Tiga meninggal dan tujuh lainnya luka-luka. Rekanan juga
menghentikan proyek pemasangan kabel serat optik di kawasan itu.
Supriadi, seorang pekerja yang luput dari aksi brutal itu, mengaku ketakutan
setelah penembakan membabi-buta pada malam tahun baru.
“Sebelumnya saya tidak takut, karena Aceh sudahaman. Tapi setelah ini, saya
tidak berani lagi tinggal di Aceh,” ujarnya.| AT | AK |


0 komentar:
Posting Komentar