Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe [Amal] melakukan unjuk rasa di depan halaman kantor DPRK Kabupaten Aceh Utara, pada pukul 10:00 Wib. Jumat 13 Januari 2012.
Amal menilai bahwa Alokasi anggran pengadaan mobil untuk Bupati, wakil Bupati dan istrinya. kemudian mengenai anggaran 220 Milyar yang seharusnyasudah di kembalikan ke Kas Aceh Utara sampai saat ini masih belum ada kejelasan.
Koordinator aksi dalam orasinya mengatakan “Hal ini sangat ironis karena angka kemiskinan di Aceh Utara yang sangat besar dan anggaran 220 milyar pun tidak ada kejelasan”. Ujar Darkasi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM] Universitas Malikussaleh, yaitu “Apabila hal tersebut tetap dilakukan, maka kami akan menduduki DPRK Aceh Utara sebagai tanggung jawab moral kami sebagai masyarakat Aceh Utara”. Ungkap Darmadi.
Sementara itu panitian Anggaran Keuangan DPRK Aceh Utara mengatakan”Menyangkut dengan perencanaan pengadaan mobil itu memang sebenarnya ada tapi itu hanya masih dalam pembahasan”. Ujar Teungku Khaidir.
Ia menambahkan “Mengenai anggaran 220 Milyar Insyaalah bulan maret anggaran tersebut sudah dikembalikan ke kas Aceh Utara. Tambahnya.
Sebelum membubarkan aksi unjuk rasanya para Mahasiswa tersebut membacakan pernyataan sikap, yaitu: Mendesak DPRK Aceh Utara untuk menolak pengadaan mobil sebanyak 32 unit dengan harga 2,83 Milyar, Mendesak DPRK untuk segera mengembalikan anggaran 220 Milyar ke kas Aceh Utara dan Menolak plot anggaran untuk intansi vertical.
Menurut pantauan reporter Acehtraffic.com dalam unjuk rasa tersebut mendapatkan mendapatkan pengawalan ketat oleh Kepolisian dari Polres Kota Lhokseumawe. | AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar