
Bireuen | Acehtraffic.com - Dua dari empat pelaku penembakan lokasi penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) milik PT Jimmulya di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, berhasil ditangkap jajaran Polda Aceh.
M alias Turki (27) warga Kutablang Bireuen dan I alias Bongkeng (29) warga Gampong Babah Buloh, Sawang Aceh Utara, hanya bisa tertunduk pasrah. Tutup tahun 2011, menjadi cacatan kelam dalam sejarah hidupnya.
M alias Turki (27) warga Kutablang Bireuen dan I alias Bongkeng (29) warga Gampong Babah Buloh, Sawang Aceh Utara, hanya bisa tertunduk pasrah. Tutup tahun 2011, menjadi cacatan kelam dalam sejarah hidupnya.
Sementara, awal tahun 2012 terpaksa dijalaninya di “hotel prodeo” Polda Aceh di Banda Aceh. Maklum, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, menciduk keduanya, Rabu [28/12] pekan lalu. M dan I, diduga sebagai pelaku penembakan lokasi penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di area basecamp Tim Survei Minyak dan Gas, PT Jimulya Sawang, di Kabupaten Aceh Utara.
Kapolda Aceh Irjen (Pol) Iskandar Hasan di Banda Aceh, Sabtu sore pekanlalu, menjelaskan. Kedua pemuda ini terpaksa ditangkap, karena diduga menggunakan senjata api dan memberondong karyawan survei minyak dan Gas Zeratek milik PT Jimmulya.
M alias Turki, pertama kali ditahan di Bireuen. Sementara I alias Bongkeng di tangkap di Pusong, Kota Lhokseumawe. Kemudian baru dibawa ke Polda Aceh di Banda Aceh. Dua rekan mereka WL dan MK (masih dalam pengejaran) dan kini dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Kita bawa ke sini (Mapolda) untuk didalami dan dikembangkan penyelidikannya dengan harapan dua tersangka lainnya bisa kita tangkap,” kata Iskandar Hasan.
Jenderal bintang dua ini menyatakan, polisi tidak menemukan senjata api dari kedua tersangka yang telah ditangkap tersebut. “Kami juga ingin mengembangkan motif dari kejahatan bersenjata api yang dilakukan para tersangka. Sejauh ini belum diketahui motif pelaku melakukan penembakan tersebut,” ulas Kapolda. Menurutnya, keberhasilan menangkap dua dari empat tersangka penembak karyawan PT Jimulya itu tidak terlepas dari informasi yang diberikan masyarakat.
Direktur Reserse Kriminal (Dir-Reskrim) Narkoba Polda Aceh, AKBP Dedi Setyo kepada wartawan pada dalam temu pers di Polda Aceh, Sabtu sore pekan lalu menjelaskan. Dari tersangka M dan I tidak ditemukan senjata api. Mereka hanya pengendara sepeda motor dalam aksi penembakan PT Jimmulya, 23 November 2011 lalu.
Sedangkan senjata di pegang tersangka lainnya yaitu MK yang saat ini dalam pengejaran jajaran Polda Aceh. Kapolda Aceh berjanji untuk mengusut tuntas dan mengungkap pelaku penembakan bersenjata di Aceh rentang tahun 2011, yang telah meresahkan masyarakat.
Sedangkan senjata di pegang tersangka lainnya yaitu MK yang saat ini dalam pengejaran jajaran Polda Aceh. Kapolda Aceh berjanji untuk mengusut tuntas dan mengungkap pelaku penembakan bersenjata di Aceh rentang tahun 2011, yang telah meresahkan masyarakat.
Sekedar mengingatkan, kasus penembakan karyawan di lokasi penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di area basecamp Tim Survei Minyak dan Gas, Sawang, kabupaten Aceh Utara, milik PT Jimmulya terjadi pada Jum’at 23 November 2011 pukul 03.00 Wib. Berselang beberapa minggu setelah pemberondongan itu, peristiwa serupa juga terjadi di Aceh Utara. Pekerja penderes getah di Geuredong Pasee, Aceh Utara juga diberondong orang tak dikenal.
Dari keterangan beberapa saksi saat kejadian tersebut, sebelum terdengar suara tembakan, lokasi penyimpanan BBM milik PT Jimmulya didatangi empat orang dengan dua sepeda motor. “Salah satu dari mereka memanggil satpam, tapi satpam langsung lari dari pos penjagaan,” kata seorang pekerja PT Jimmulya kepada wartawan. Para pekerja itu sempat panik saat meletus rentetan tembakan ke arah area BBM. Mereka mengaku baru merasa sedikit lega setelah memastikan para pelaku penembakan kabur.
Tak lama berselang, seorang pekerja menemukan secarik kertas di dalam bambu depan pos penjagaan basecamp PT Jimmulya. Kertas itu berisi tulisan tangan yang ditujukan kepada Zaratex NV dan PT Saripari Geosains.
“Kalau kalian (Zaratex dan Saripari Geosains) mau aman kerja di Aceh, tolong hubungi kami ke nomor ini 08xxxxxxxxxx....” Kini, surat dari ‘Kucing Jantan’ telah disita polisi untuk penyelidikan.
“Kalau kalian (Zaratex dan Saripari Geosains) mau aman kerja di Aceh, tolong hubungi kami ke nomor ini 08xxxxxxxxxx....” Kini, surat dari ‘Kucing Jantan’ telah disita polisi untuk penyelidikan.
Humas Zaratex NV Nazir mengatakan, dirinya menerima informasi tentang pemberondongan area BBM milik PT Jimmulya lewat telpon sekitar 10 menit usai kejadian. Lalu ia datang ke lokasi untuk meminta para pekerja tetap tenang. “Selama ini tidak ada ancaman dari pihak manapun,” kata Nazir di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Ajun Komisaris Besar Gustav Leo, saat itu mengatakan. Dari keterangan saksi, jumlah penembak satu orang dengan senjata laras panjang. Dari selongsong peluru diidentifikasi senjata yang dipakai jenis AK 47. Dan saat itu pihak kepolisian belum mengetahui apa motifnya.
Penembakan itu dilakukan dengan cara membabi buta. Ini diketahui dari jumlah selongsong yang ditemukan polisi di lokasi kejadian yang mencapai 20 butir, termasuk lima butir peluru yang tak meledak. Rentetan tembakan itu sebagian besar mengenai tangki minyak yang tersimpan di area bascamp. Setelah menembak, pelaku kabur. Dan Di lokasi kejadian polisi menemukan 25 butir selosong peluru, lima di antaranya masih aktif. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Sabtu malam pekan lalu, sekitar pukul 20.30 WIB, seorang warga Lamtemen Timur, Kota Banda Aceh, bernama Wagino, 38 tahun, tewas ditembak orang tak dikenal (OTK).
Menurut sejumlah saksi mata, korban yang merupakan pekerja di Toko Istana Boneka, di Jalan T. Iskandar, Simpang Ilie, Ule Kareng, Banda Aceh ini tewas ditembak setelah sebelumnya sempat berkomunikasi dengan pelaku. Saat itu, menurut saksi mata, pelaku menanyakan asal dan nama korban.
Menurut sejumlah saksi mata, korban yang merupakan pekerja di Toko Istana Boneka, di Jalan T. Iskandar, Simpang Ilie, Ule Kareng, Banda Aceh ini tewas ditembak setelah sebelumnya sempat berkomunikasi dengan pelaku. Saat itu, menurut saksi mata, pelaku menanyakan asal dan nama korban.
Korban yang baru beberapa minggu bekerja di toko boneka tersebut langsung tewas di tempat setelah peluru bersarang di kepala sebelah kiri di atas telinga korban. Setelah menembak, pelaku langsung melarikan diri ke arah simpang 7, Ule Kareng, Banda Aceh. Sedangkan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh. Saksi di tempat kejadian perkara menyebutkan, jika pelaku berjumlah dua orang. Mengendarai sepeda motor yamaha jenis RX-King dan menggunakan senjata laras pendek jenis pistol. Belum diketahui, motif dari pelaku.
Aksi koboi di malam pergantian tahun juga terjadi di Kabupaten Bireuen. Sepuluh orang pekerja penggalian kabel optik milik Telkomsel diberondong orang tak dikenal, di basecamp mereka, di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Sabtu malam pekan lalu sekira pukul 20.30 WIB.
Tiga orang dilaporkan tewas di tempat, tiga kritis dan empat luka-luka. Korban tewas bernama Parno, Toto dan Daud. Sedangkan korban kritis Hasan, Khairul dan Yaiman Dan yang luka-luka Andri, Hanzori, Imam Maliki dan Abdul Wahid.
Tiga orang dilaporkan tewas di tempat, tiga kritis dan empat luka-luka. Korban tewas bernama Parno, Toto dan Daud. Sedangkan korban kritis Hasan, Khairul dan Yaiman Dan yang luka-luka Andri, Hanzori, Imam Maliki dan Abdul Wahid.
Menurut saksi mata di lokasi, sebelum kejadian sekira pukul 20.00 WIB, sejumlah pekerja tersebut sedang beristirahat di camp. Tak berselang lama, masuk seseorang yang menggunakan helm dan langsung memberondong ke arah para pekerja. Pelaku penembakan diperkirakan menggunakan senjata laras panjang.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Bireuen sedang menangani kasus pembunuhan yang sangat menyita perhatian masyarakat di Aceh, menjelang pergantian tahun 2011 ini. | AT | MD |
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Bireuen sedang menangani kasus pembunuhan yang sangat menyita perhatian masyarakat di Aceh, menjelang pergantian tahun 2011 ini. | AT | MD |

0 komentar:
Posting Komentar