Jakarta | Acehtraffic.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshary mengatakan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Aceh tetap berjalan sesuai jadwal.
"Sampai hari ini belum ada alasan kuat penundaan Pilkada," ujarnya saat ditemui Tempo, Rabu, 12 Januari 2012. Pilkada rencananya akan dilaksanakan pada 16 Februari 2012.
Menurut Hafiz, penundaan hanya bisa dilakukan karena sejumlah alasan sesuai dengan undang-undang. Alasan tersebut adalah bencana alam, gangguan keamanan, dan gangguan lain, seperti kendala anggaran. "Belum terlihat indikasi seperti itu jelang pilkada Aceh," ujarnya.
Soal situasi Aceh saat ini, ia masih menunggu laporan resmi aparat berwenang terkait gangguan keamanan. Bila ada benar ada gangguan, pihaknya akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan nasib pilkada. "Jangan kondisi gangguan ini dilaporkan oleh pihak atau individu tertentu," ujarnya.
Beberapa hari terakhir, terjadi teror penembakan di Aceh. Mulai 4 Desember 2011 sampai 5 Januari 2012 setidaknya telah terjadi lima kasus penembakan.
Insiden ini terjadi di beberapa lokasi di antaranya Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen. Penembakan ini telah menyebabkan 10 orang tewas dan 13 korban luka. Kejadian terbaru adalah penembakan dan pelemparan bom molotov ke rumah pribadi milik Misbahul Munir, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara dari Partai Aceh, Selasa dinihari, 10 Januari 2012.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, kemarin menduga sejumlah penembakan yang terjadi di Aceh terkait dengan akan berlangsungnya pemilihan Kepala Daerah Provinsi Aceh. Pilkada rencananya akan dilaksanakan pada 16 Februari 2012. | Tempo.Co
Menurut Hafiz, penundaan hanya bisa dilakukan karena sejumlah alasan sesuai dengan undang-undang. Alasan tersebut adalah bencana alam, gangguan keamanan, dan gangguan lain, seperti kendala anggaran. "Belum terlihat indikasi seperti itu jelang pilkada Aceh," ujarnya.
Soal situasi Aceh saat ini, ia masih menunggu laporan resmi aparat berwenang terkait gangguan keamanan. Bila ada benar ada gangguan, pihaknya akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan nasib pilkada. "Jangan kondisi gangguan ini dilaporkan oleh pihak atau individu tertentu," ujarnya.
Beberapa hari terakhir, terjadi teror penembakan di Aceh. Mulai 4 Desember 2011 sampai 5 Januari 2012 setidaknya telah terjadi lima kasus penembakan.
Insiden ini terjadi di beberapa lokasi di antaranya Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen. Penembakan ini telah menyebabkan 10 orang tewas dan 13 korban luka. Kejadian terbaru adalah penembakan dan pelemparan bom molotov ke rumah pribadi milik Misbahul Munir, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara dari Partai Aceh, Selasa dinihari, 10 Januari 2012.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, kemarin menduga sejumlah penembakan yang terjadi di Aceh terkait dengan akan berlangsungnya pemilihan Kepala Daerah Provinsi Aceh. Pilkada rencananya akan dilaksanakan pada 16 Februari 2012. | Tempo.Co

0 komentar:
Posting Komentar