News Update :

Mantan Wakil BIN: Banyak Yang Bermain di Aceh

Rabu, 11 Januari 2012

Semarang | Acehtraffic.com - Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, As'ad Said Ali, menyatakan beberapa kasus yang muncul di Aceh akhir-akhir ini, seperti penembakan, merupakan peristwa yang sudah diskenariokan oleh pihak-pihak tertentu. Menurut As’ad, kasus kekerasan di Aceh akhir-akhir ini sudah termasuk dalam keributan berkepanjangan.

Sebab, kasusnya panjang mulai dari bulan lalu hingga kini tak pernah berhenti. “Yang main di Aceh itu banyaklah, bukan satu individu saja, tapi bisa berbagai macam kelompok. Mulai dari partai politik, kelompok bisnis, dan macam-macam,” kata As’ad usai menjadi pembicara di sebuah seminar hukum yang digelar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Rabu, 11 Januari 2012.

Namun, As’ad tak mau menyebut siapa kelompok-kelompok yang ikut bermain di Aceh itu. “Saya tak mau nuduh-nuduh,” kata As’ad. Kasus kekerasan terjadi di Aceh akhir-akhir ini. Sejak 4 Desember 2011 hingga 5 Januari 2012, terjadi lima kasus penembakan yang menewaskan 10 orang dan mengakibatkan 13 orang terluka di Ulee Kareng, Bireuen, dan Aceh Besar.

As’ad menyatakan bahwa kekerasan di Aceh tak murni persoalan kriminal, tapi sudah menjurus ke konflik kepentingan politik. “Tuduhan bahwa itu bukan masalah konflik biasa saya setuju,” kata As’ad. Dia menyatakan tujuan dari memainkan Aceh sangat bermacam-macam, bisa ekonomi atau kepentingan politik lokal, dan politik nasional. | Tempo.co
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016