Banda
Aceh | Acehtraffic.com — Kemampuan pria untuk memiliki anak sangat ditentukan kualitas
spermanya. Tapi lagi-lagi ini ada factor yang merusak seperma pria. Menurut studi baru yang dilakukan Italian
Society of Andrology and Sexuality Medicine (SIAMS), hidup di kota besar juga
menyumbang kerusakan sperma. Benarkah ?
Menurut
Studi ini disebutkan bahwa pengaruh di kota besar adalah penyebab panas,
memakai celana ketat.
Mereka menyimpulakn ini dari tiga studi yang dilakukan bahwa
lebih dari 33 persen pria berusia antara 18 hingga 20 tahun menderita kerusakan
parah sperma karena faktor yang banyak terjadi perkotaan, seperti polusi dan
merokok.
“Selain
itu, kehidupan kota mempromosikan gaya hidup tak sehat dan obesitas, yang juga
bisa berdampak negatif pada jumlah sperma,” kata peneliti, seperti dilansir timeofindia,
Senin 23 Januari 2012.
Namun
berdasarkan sejumlah orang yang membaca
berita ini, justru member komentar yang sebaliknya. Misalnya jika kita tinggal
di ibu Kota Jakarta dengan tempat tinggal dibawah kolong jembatan, kerjaan
tolak gerobak, dan makan tidak jelas.
Begitu
juga orang hidup di Aceh yang tidak jelas pendapatan dan berfrofesi sebagai
pekerja angkat barang yang berat. Dan rokok yang diisap adalah tembakau pilihan
dengan harga Rp.1000 perbungkus, tentunya rokok ini pilihan tembakau yang sudah
terbuang.
Maka
akibatnya bukan sekedar kerusakan sperma
tapi juga bisa menghancurkan
tulang-tulang dan lebih parah lagi terancam kepunahan.
Tetapi
jika hidup di Jakarta atau di Aceh tinggal dirumah mewah ber AC, menu makanan
Ikan Kerapu, Solomon, Udang Tiger, Lobster, Udang Galah, dan berkendaraan wrangler sahara atau minimal Dobble Cabin, Pajero, BMW.
Dan
dapat kapan saja minum jus, dan jika kedinginan bisa membeli atau menikmati
seteguk minuman para wali atau para tuan-tuan atau bapak-bapak yang jelas isi rekeningnya,
begitu juga rokok yang dinikmati adalah cerutu, maka menurut anggapan pembaca
bisa terbebas dari kerusakan sperma dan kerusakan tulang.
“Mese but tip uroe angkat kayu balok, kon ie
sperma manteong yang rusak, tapi tanyoe-tanyoe bagah punah ( Jika kerja harinya
adalah angkat kayu balok, bukan saja sperma yang rusak tetapi kita juga cepat
mati),” Ujar warga di Banda Aceh. | AT | IF


0 komentar:
Posting Komentar