Bogor | Acehtraffic.com- Kepolisian Resor Bogor masih memburu anggota organisasi keagamaan yang melakukan pengeroyokan terhadap Anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Sektor Caringin, Brigadir Satu Dodi Sukmajaya.
Korban terluka parah pada kepalanya setelah dihantam helm dan batu hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor.
"Pelaku boleh tidak menyerahkan diri secara baik-baik kepada kami. Tapi mereka akan diburu sampai dapat dengan segala risikonya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Imran Ermawan melalui pesan singkat yang diterima Tempo, Selasa pagi, 24 Januari 2012.
Menurut Imran, peristiwa penganiayaan terhadap Briptu Dodi terjadi ketika korban melaksanakan pengaturan lalu lintas di Simpang Cimande, Caringin, Bogor, Jawa Barat, pada pukul 14.00, Ahad lalu. Saat itu korban berusaha melerai keributan antara pengemudi bus dengan ormas keagamaan.
Keributan itu, kata Imran, terjadi gara-gara ada salah satu anggota rombongan ormas yang baru pulang demo menolak GKI di Taman Yasmin tersenggol bus yang keluar dari arah Cimande. Kelompok ormas keagamaan ini tidak terima dan melakukan pemukulan terhadap bodi bus tersebut.
"Kemudian datang Briptu Dodi untuk melerai. Tapi kelompok ormas yang mengaku beragama tersebut tidak terima. Korban malah dipukuli dengan helm dan batu," jelas dia.
Akibat aksi main hakim sendiri ini, kepala Briptu Dodi luka di bagian kanan, jidat dan atas kepala sebelah kiri. Saat itu korban masih memakai seragam lengkap. Sebenarnya dia berusaha menyelamatkan diri dan sempat lari hingga sejauh 50 meter.
Korban terluka parah pada kepalanya setelah dihantam helm dan batu hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor.
"Pelaku boleh tidak menyerahkan diri secara baik-baik kepada kami. Tapi mereka akan diburu sampai dapat dengan segala risikonya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Imran Ermawan melalui pesan singkat yang diterima Tempo, Selasa pagi, 24 Januari 2012.
Menurut Imran, peristiwa penganiayaan terhadap Briptu Dodi terjadi ketika korban melaksanakan pengaturan lalu lintas di Simpang Cimande, Caringin, Bogor, Jawa Barat, pada pukul 14.00, Ahad lalu. Saat itu korban berusaha melerai keributan antara pengemudi bus dengan ormas keagamaan.
Keributan itu, kata Imran, terjadi gara-gara ada salah satu anggota rombongan ormas yang baru pulang demo menolak GKI di Taman Yasmin tersenggol bus yang keluar dari arah Cimande. Kelompok ormas keagamaan ini tidak terima dan melakukan pemukulan terhadap bodi bus tersebut.
"Kemudian datang Briptu Dodi untuk melerai. Tapi kelompok ormas yang mengaku beragama tersebut tidak terima. Korban malah dipukuli dengan helm dan batu," jelas dia.
Akibat aksi main hakim sendiri ini, kepala Briptu Dodi luka di bagian kanan, jidat dan atas kepala sebelah kiri. Saat itu korban masih memakai seragam lengkap. Sebenarnya dia berusaha menyelamatkan diri dan sempat lari hingga sejauh 50 meter.
Namun nahas, Briptu Dodi terjatuh, sehingga kembali dipukuli oknum ormas kegamaan tersebut. Korban dibawa ke RS PMI Bogor untuk pengobatan.
Imran mengatakan penganiayaan terhadap polisi adalah tindakan biadab. Aksi kekerasan itu tidak perlu dilakukan ormas yang mengaku beragama, apalagi penganiayaan kepada abdi negara yang sedang melaksanakan tugas untuk kebaikan masyarakat.
Imran mengatakan penganiayaan terhadap polisi adalah tindakan biadab. Aksi kekerasan itu tidak perlu dilakukan ormas yang mengaku beragama, apalagi penganiayaan kepada abdi negara yang sedang melaksanakan tugas untuk kebaikan masyarakat.
"Dan Briptu Dodi dipukuli karena niatnya melerai pertikaian.| Tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar