
Lhokseumawe |
Acehtraffic - Meskipun suara adzan maghrib bergema keras dari lubang pengeras
suara dari atas menara mesjid Baiturrahman Lhokseumawe namun tidak membuat
pemilik cafe atau warung di kota kecil ini tutup. Aktifitas tetap berjalan
seperti semestinya meskipun mesjid berada disampingnya seperti yang terjadi
pada maghrib ini, Kamis, 19 Januari 2012.
Keramaian dibeberapa
cafe diwilayah ini mengalahi para jama’ah dimesjid yang tak pernah penuh
shafnya. Meskipun dicafe ini juga tersedia mushalla bagi mereka yang muslim
namun tak pernah dijamah oleh pengunjung. Ironis memang jika kita melihat
status Aceh sebagai daerah syariat islam namun tidak dibarengi dengan kesadaran
manusia yang berada didalamnya.
Cafe disini bukanlah
sebuah tempat yang bagus seperti layaknya dikota-kota besar, cafe disini bahasa
gaulnya ya warung kopi. Keasyikan mengobrol dan internetan gratis membuat
mereka tidak mudah beranjak dari sini [cafe] meskipun telah datang panggilan
[adzan] untuk melakukan shalat. Pengelola cafe pun tersenyum sumringah melayani
pengunjung.
Pengunjung cafe
biasanya mereka yang datang setelah lelah dari pekerjaan atau pulang dari
kuliah bersama teman-temannya mereka ngumpul dicafe-cafe yang tersedia wi-fi,
jadi selain bisa ngopi bareng mereka juga online, browsing atau download. Tua
muda berkumpul disini. | AT | HR |

0 komentar:
Posting Komentar